JAKARTA – Kabar baik bagi PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI), produsen Sari Roti. Dua perusahaan investasi asal Singapura, Leafgreen Capital dan Gateway Partners Group, baru saja menyelesaikan akuisisi saham perusahaan roti tersebut. Transaksi ini dilakukan melalui pembelian kepemilikan saham Demeter Indo Investment Pte. Ltd., yang sebelumnya menggenggam 22,16% saham ROTI.
Wendy Yap, Presiden Direktur Sari Roti, menyambut baik investasi ini. Menurutnya, masuknya dua perusahaan internasional ini mencerminkan kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang emiten konsumer di Indonesia, khususnya Sari Roti. Akuisisi ini juga semakin mempertegas posisi Sari Roti sebagai produsen roti terbesar di Tanah Air.
“Dengan dukungan dan pemahaman mendalam yang mereka miliki tentang bisnis Perseroan, kami siap bekerja sama untuk mengakselerasi pertumbuhan, memperkuat kapabilitas, dan menghadirkan produk-produk inovatif yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia yang terus berkembang,” ujar Wendy Yap dalam paparan publik, Kamis (11/9/2025).
Sebelumnya, Sari Roti (ROTI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp71,80 Miliar pada Semester I/2025, mengalami penurunan sebesar 50%.
Wendy Yap menambahkan bahwa keputusan akuisisi ini didasari oleh pengalaman kedua perusahaan tersebut di sektor konsumer, yang sejalan dengan visi jangka panjang ROTI. Diharapkan, kehadiran investor baru ini akan semakin memantapkan posisi Sari Roti sebagai pemimpin pasar roti di Indonesia.
Sementara itu, Jaka Prasetya, Managing Partner Leafgreen Capital, mengungkapkan alasan di balik investasi ini. Leafgreen meyakini bahwa Sari Roti adalah merek yang kuat dengan fundamental bisnis yang solid.
Pembelian saham ROTI oleh Leafgreen Capital dilakukan pada Selasa (9/9/2025), dengan total 1.370.798.546 lembar saham, atau setara dengan 22,16% dari total saham ROTI. Saham yang dibeli merupakan saham biasa.
Leafgreen Capital juga menegaskan bahwa pembelian saham ini bukan merupakan bagian dari perjanjian repurchase agreement.
Sebelumnya diberitakan, produsen Sari Roti (ROTI) membagikan dividen sebesar Rp450 Miliar. Indoritel (DNET) juga bersiap menerima guyuran dividen dari Sari Roti (ROTI) sebesar Rp123,47 Miliar.
“Setelah menyaksikan langsung potensi pertumbuhan [ROTI] selama satu dekade terakhir, saya sangat yakin dengan arah perkembangan perusahaan ke depannya,” pungkas Jaka Prasetya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Dua perusahaan investasi asal Singapura, Leafgreen Capital dan Gateway Partners Group, telah mengakuisisi 22,16% saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI), produsen Sari Roti. Akuisisi ini dilakukan melalui pembelian kepemilikan saham Demeter Indo Investment Pte. Ltd. Presiden Direktur Sari Roti, Wendy Yap, menyambut investasi ini sebagai tanda kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Transaksi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Sari Roti sebagai produsen roti terbesar di Indonesia.
Leafgreen Capital meyakini Sari Roti adalah merek kuat dengan fundamental bisnis yang solid, sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan. Investasi ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan, memperkuat kapabilitas, serta menghadirkan produk inovatif yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Keputusan akuisisi ini didasari oleh pengalaman kedua investor di sektor konsumer, meskipun ROTI sempat mencatat penurunan laba bersih 50% pada Semester I/2025.
