
Rancak Media Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Alexander Zwiers membocorkan kelebihan pemain Indonesia yang tidak dimiliki negara lainnya.
Kunjungan Alexander Zwiers di sesi latihan Persebaya selaku Dirtek PSSI untuk bertukar pikiran dengan para pelaku sepak bola di Indonesia.
Dirtek PSSI tersebut sudah mengidentifikasi ciri khas para pemain Indonesia.
Selama ini, pemain Indonesia dikenal publik punya kecepatan untuk membelah pertahanan lawan.
Karena itu, banyak pemain Indonesia yang berasal dari posisi sayap.
Namun, Alexander Zwiers justru punya pendapat yang berbeda.
Menurutnya, para pemain Indonesia punya skill istimewa.
Kecepatan adalah salah satu skill saja yang mereka miliki.
Hasil Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 – Tertunduk Lesu di Sidoarjo, Timnas U-23 Indonesia Takluk dari Korsel dan Gagal ke Putaran Final
Namun, pemain Indonesia punya kelincahan dalam merespons tekanan lawan.
Kemampuan inilah yang membuat pemain Indonesia bisa menjadi pembeda dalam pertandingan.
“Saya pikir mereka memiliki karakter yang sangat istimewa,” ujar Alexander Zwiers di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Selasa (9/9/2025).
“Dan salah satu kekuatan mereka adalah kelincahan dan kecepatan mereka.”
“Kemampuan teknis mereka, dan kecerdasan mereka dalam mengambil keputusan.”
“Jadi, itulah yang membuat mereka berbeda.”
“Jadi, Anda benar-benar dapat melihat perilaku alami para pemain, seberapa cepat mereka berorientasi, bereaksi, dan merespons.”
“Dan juga kecepatan, kelincahan, untuk berputar, memutar, dan bereaksi cepat lagi.”
Timnas Indonesia Tak Akan Lolos Piala Dunia 2026 Tanpa Ole Romeny, Cuma Vs Taiwan Kluivert Punya Pencetak Gol Lain
“Itulah yang membuat mereka berbeda,” lanjutnya.
Dirtek PSSI tersebut tak akan berhenti di Persebaya Surabaya.
Alexander Zwiers selaku Dirtek PSSI bakal berkeliling Indonesia untuk memperbaiki sistem pembangunan sepak bola nasional.
Eks Dirtek Yordania tersebut bakal mengunjungi seluruh klub-klub Super League dan Championship.
“Ya, jadi sangat penting bagi kami untuk tidak hanya mengunjungi Liga 1 (Super League), tetapi kami juga ingin mengunjungi Liga 2 (Championship) dan yang lainnya sesering mungkin,” ujar Alexander Zwiers.
“Tentu saja, kami mencoba mengunjungi semua klub.”
“Tetapi sebisa mungkin kami mengunjungi klub-klub Super League dan Championship untuk memahami ekosistem sepak bola.”
“Saya ingin memahami ekosistem sepak bola di sini, baik di tingkat pemuda, maupun di tingkat elit,” lanjutnya.
