
Rancak Media – – Jude Bellingham akhirnya mendekati momen yang paling ditunggu. Setelah menjalani operasi bahu pasca Piala Dunia Antarklub, gelandang andalan Real Madrid itu dijadwalkan kembali ke lapangan latihan pada hari Senin.
Kehadirannya tentu jadi kabar baik, meski kemungkinan besar ia baru benar-benar siap tampil setelah jeda internasional bulan Oktober.
Kepulangan Bellingham akan sangat membantu Madrid, tetapi juga menimbulkan dilema tersendiri bagi Xabi Alonso. Tanpa sang bintang, Madrid justru menemukan kestabilan yang mengejutkan.
David Alaba hingga Dani Ceballos Masuk Daftar, Berikut 5 Pemain Real Madrid yang Kehilangan Kepercayaan Xabi Alonso
Pertahanan mereka begitu solid: hanya satu peluang besar yang terancam masuk ke gawang musim ini, jauh lebih baik dibandingkan Barcelona yang sudah kebobolan 12 peluang.
Bahkan, Thibaut Courtois tercatat melakukan 44% lebih sedikit penyelamatan dibanding musim lalu—sebuah bukti betapa rapinya blok pertahanan Los Blancos.
Kini, pertanyaan utamanya adalah: bagaimana Alonso bisa mempertahankan keseimbangan tersebut sekaligus memaksimalkan kualitas Bellingham? Melansir Madrid Universal, berikut dua opsi yang mungkin akan digunakan.
Xabi Alonso Bawa Perubahan Radikal ke Real Madrid
Opsi 1: Formasi 4-3-3
Pilihan pertama adalah kembali ke 4-3-3, dengan Bellingham dipasang bersama Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde di lini tengah. Dalam skema ini, Bellingham akan dituntut sedikit lebih disiplin secara defensif—bergerak lebih dalam, menjauh dari kotak penalti lawan, sekaligus menyeimbangkan transisi.
Formasi ini memberi ruang bagi Franco Mastantuono untuk tetap menghuni tiga lini depan, sementara Arda Guler masih punya tempat berkat fleksibilitasnya dan kualitas kaki kiri yang bisa menjadi pembeda.
Guler bisa berperan lebih dalam, menutup celah ketika Bellingham bergerak ke depan, sekaligus menghadirkan ancaman dengan tembakan jarak jauh.
Opsi 2: Formasi 4-4-2
Alternatif lainnya adalah kembali ke pola klasik 4-4-2. Guler bisa diduetkan dengan Tchouameni di lini tengah, memberi Madrid keseimbangan defensif yang lebih kokoh.
Sementara itu, Bellingham akan diberi kebebasan untuk bermain lebih dekat ke kotak penalti, mendukung dua penyerang utama: Kylian Mbappé dan Vinícius Jr.
Namun, konsekuensinya jelas. Formasi ini memperkecil peluang Mastantuono dan Rodrygo untuk menjadi starter reguler. Meski begitu, Madrid akan memiliki blok tengah yang lebih kuat dengan kombinasi Valverde, Tchouameni, Guler, dan Bellingham.
Kehadiran yang Mengubah Permainan
Meski Madrid tampil stabil tanpa dirinya, kembalinya Bellingham tetap krusial. Musim lalu, pemain asal Inggris itu langsung membuktikan diri sebagai salah satu akuisisi terbaik klub dengan torehan 23 gol dalam 42 laga.
Kreativitas, penyelesaian akhir, dan energinya di lini tengah menjadikannya pemain dengan nilai lebih dari sekadar harga €100 juta yang dibayarkan ke Borussia Dortmund.
Ketika ia kembali pada akhir Oktober, ekspektasi sangat jelas: Bellingham diharapkan menghadirkan versi terbaiknya, sosok dinamis yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Bagaimana Alonso meracik ulang formasi untuk mengakomodasi sang bintang akan menentukan keseimbangan Madrid—antara stabilitas yang sudah terbangun dan potensi eksplosif yang dimilikinya.
