Pelatih Timnas Thailand, Masatada Ishii, tampak sangat marah ketika melihat bintang utamanya, Chanathip Songkrasin, menerima pelanggaran keras yang tak perlu dari pemain Irak, Mohanad Ali. Insiden yang memicu ketegangan tinggi ini terjadi dalam laga final turnamen persahabatan Piala Raja 2025.
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Kanchanaburi, Thailand, pada Minggu, 7 September 2025. Tim tuan rumah harus menelan pil pahit kekalahan tipis 0-1 dari Timnas Irak. Gol tunggal kemenangan wakil Timur Tengah tersebut dicetak oleh Mohanad Ali melalui sundulan pada menit ke-75, sekaligus menggagalkan upaya Thailand untuk mempertahankan gelar juara Piala Raja yang mereka raih pada edisi sebelumnya di tahun 2024.
Terlepas dari hasil akhir, laga final ini sempat diwarnai oleh insiden memanas yang berujung pada perkelahian antarpemain kedua tim. Ketegangan memuncak setelah Mohanad Ali melakukan pelanggaran brutal terhadap bintang Thailand, Chanathip Songkrasin. Ali terlihat sengaja menendang kaki Chanathip, membuat pemain yang dijuluki “Messi Thailand” itu tersungkur kesakitan di lapangan.
Melihat rekan setimnya dilanggar dengan sangat keras, Supachok Sarachat tak mampu menahan emosinya dan langsung bereaksi tegas terhadap Ali. Tayangan ulang memperlihatkan Supachok bersama dua pemain Thailand lainnya bergegas menyerbu ke arah Ali. Tak lama kemudian, para pemain dari kedua kubu ikut merangsek masuk ke lapangan, menciptakan kekacauan yang tak terhindarkan. Untungnya, wasit dan rekan satu tim lainnya bertindak cepat untuk melerai dan mencegah perkelahian yang lebih serius. Akibat insiden tersebut, Ali menerima kartu merah langsung dan menjadi pemain Irak kedua yang diusir keluar lapangan. Sementara itu, Chanathip terpaksa ditarik keluar dengan menggunakan tandu dan digantikan oleh Ekanit Panya.
Chanathip Dihajar Sampai Tersungkur, Warganet Thailand Minta Tolong Timnas Indonesia Balaskan Dendam ke Pemain Irak
Usai pertandingan yang sarat drama tersebut, pelatih Thailand, Masatada Ishii, tak kuasa menahan luapan kemarahannya atas aksi tidak terpuji Mohanad Ali. Ia melontarkan kritik pedas, menyebut Ali sebagai pemain yang kurang berkelas, bermain tanpa rasa hormat terhadap lawan maupun rekan setim. Pelatih asal Jepang itu menegaskan bahwa tekel semacam ini sama sekali tidak pantas terjadi dalam kompetisi internasional, terutama di turnamen yang menjunjung tinggi semangat sportivitas seperti Piala Raja.
Kata Messi Thailand usai Kena Tendangan Kung Fu Striker Irak: Dia Belum Minta Maaf, Saya Sangat Marah!
Menanggapi kegagalan Timnas Thailand menjuarai Piala Raja, Ishii mengungkapkan rasa menyesalnya, namun tetap memuji penampilan tim asuhannya. “Sangat disayangkan kami tidak bisa memenangkan kejuaraan,” ujar Ishii, seperti dikutip dari Dan Tri. Ia melanjutkan, “Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar yang datang ke stadion untuk menyemangati kami, baik dalam pertandingan melawan Fiji maupun pertandingan final melawan Irak.” Ishii juga menambahkan, “Para pemain berjuang sekuat tenaga, meskipun kami hanya berlatih bersama selama satu minggu. Saya yakin jika kami punya lebih banyak waktu, Thailand bisa melaju jauh di setiap turnamen.”
Sementara itu, di ranah media sosial, gelombang kritik dan kemarahan terhadap Mohanad Ali meledak dengan hebat. Banyak penggemar Thailand membanjiri akun media sosialnya dengan umpatan, yang akhirnya memaksa sang pemain untuk menonaktifkan kolom komentar. Bahkan, bintang muda Thailand, Suphanat Mueanta, turut melayangkan kritik terhadap pelanggaran keras Ali melalui unggahan di Instagram, dengan terang-terangan menuliskan ‘permainan kotor’.
Ringkasan
Dalam final Piala Raja 2025, bintang Thailand Chanathip Songkrasin dilanggar secara brutal oleh pemain Irak Mohanad Ali. Insiden ini memicu keributan antar pemain dan membuat Chanathip ditarik keluar lapangan. Ali menerima kartu merah, namun golnya pada menit ke-75 memastikan Irak mengalahkan Thailand 1-0 dan menggagalkan gelar juara bagi tuan rumah.
Pelatih Thailand, Masatada Ishii, sangat marah atas pelanggaran tersebut, menyebut Ali tidak berkelas. Chanathip mengungkapkan kekesalannya karena Ali belum meminta maaf, sementara kemarahan warganet Thailand membanjiri media sosial Ali hingga kolom komentarnya dinonaktifkan.
