
Rancak Media Kepala Pelatihan Nasional Bulu Tangkis Korea Selatan, Park Joo-bong, buka suara kegagalan An Se-young dalam mempertahankan medali emas Kejuaraan Dunia.
An Se-young pulang dengan membawa medali perunggu dari Kejuaraan Dunia 2025.
Dia dikalahkan pemain China, Chen Yu Fei, pada babak semifinal dengan skor 15-21, 17-21.
Setibanya di Korea Selatan setelah berlaga pada Kejuaraan Dunia 2025, An berbicara di depan media.
Dia mengaku tidak percaya diri pada penampilannya.
“Saya tidak percaya pada diri saya sendiri,” kata An Se-young dilansir BolaSport.com dari News1.kr.
Hasil yang sangat disesalkan bagi An Se-young, meskipun telah menjadi pemain nomor satu tetapi masih mengkritik dirinya sendiri.
Samai Rekor Mohammad Ahsan Lebih Cepat, Seo Seung-jae Punya Misi Lebih Gila untuk Korea
“Saya ingin menjadi pemain yang pantang menyerah,” ucapnya.
“Saya ingin menjadi pemain yang membuat lawan takut,” ujarnya.
Kepala pelatih Korea yang juga merupakan legenda bulu tangkis Korea menyebut persaingan papan atas tunggal putri sangat ketat.
An Se-young harus bersaing dengan tunggal putri China dan satu pemain Jepang.
“An Se-young saat ini menduduki peringkat No. 1 dunia, namun kualitas pemain top dunia hanyalah selembar kertas,” kata Park Joo-bong.
“Di setiap turnamen, ada empat pemain China (Wang Zhi Yi, Han Yue, Chen Yu Fei dan Gao Fang Jie) ditambah Akane Yamaguchi dari Jepang dalam pertarungan satu lawan lima.”
“Bahkan mereka semua berusaha mengejar An Se-young,” ujarnya.
Dua tunggal putri China yang disebutkan bahkan berhasil berdiri di podium Kejuaraan Dunia 2025.
Chen Yu Fei meraih medali perak, sementara perunggu didapat oleh Han Yue.
Generasi Tunggal Putri Uber Cup 2022 Bubar Jalan, Komang Ayu Mundur dari Pelatnas PBSI
