
Bek tangguh Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengungkapkan kisah di balik layar kepindahannya yang dramatis dari NEC Nijmegen menuju Lille, sebuah langkah yang nyaris saja gagal terlaksana.
Jelang detik-detik penutupan bursa transfer musim panas 2025, dunia sepak bola dikejutkan dengan manuver Calvin Verdonk yang memutuskan untuk menyeberang dari Liga Belanda ke kompetisi elit Prancis. Pemain bertahan berusia 28 tahun ini memulai babak baru dalam karier profesionalnya, meninggalkan markas Nijmegen untuk merapat ke kubu Lille.
Klub berjuluk Les Dogues tersebut berhasil memboyong Verdonk dengan mahar fantastis sebesar 3 juta euro, setara dengan sekitar 57,2 miliar rupiah. Setelah resmi direkrut, bek berdarah keturunan Aceh itu diberi kepercayaan penuh dengan kontrak berdurasi tiga tahun, yang akan mengikatnya di Lille hingga Juni 2028 mendatang. “Saya merasa sangat bangga bisa bergabung dengan LOSC,” tutur Verdonk dengan penuh antusiasme saat diperkenalkan sebagai punggawa anyar, sebagaimana dikutip dari laman resmi klub. “Saya tentu saja sudah mengenal klub ini sebelum bergabung. LOSC adalah salah satu klub Prancis yang sangat hebat,” tambah mantan pemain Feyenoord itu.
Sekilas, kepindahan Verdonk ke Lille memang tampak berjalan mulus, apalagi dengan rumor yang beredar hanya beberapa hari sebelum bursa transfer ditutup. Namun, di balik lancarnya proses tersebut, tersimpan sekelumit cerita menegangkan di mana transfer sang pemain ternyata nyaris batal dan membuatnya harus menunda impian bermain di liga top Eropa.
Kisah dramatis ini diungkapkan sendiri oleh Calvin Verdonk setelah memperkuat NEC Nijmegen dalam laga lanjutan Eredivisie 2025-2026 kontra Fortuna Sittard, Minggu (31/8/2025). Verdonk membeberkan bahwa NEC sempat enggan melepaskannya lantaran krisis pemain di lini belakang. Di musim tersebut, tim asal Nijmegen itu memang hanya memiliki tiga bek tengah, diperparah dengan absennya Bram Nuytinck yang harus menepi usai menjalani operasi ACL. Mengingat peran vital Verdonk yang belakangan kerap beroperasi sebagai bek tengah, NEC sangat keberatan melepasnya, situasi yang membuat kepindahannya ke Lille di ambang kegagalan.
“Saya sebenarnya mengerti jika NEC tidak setuju, meskipun saya sudah menunjukkan bahwa saya sangat ingin pindah,” buka Verdonk, yang pernyataannya dikutip dari De Gelderlander. “Itu bukan situasi yang mudah bagi klub untuk melepaskan saya, karena NEC memang tidak memiliki banyak pemain bertahan sejak awal musim.” Ia melanjutkan, “Selama negosiasi dengan Lille, situasinya berfluktuasi cukup drastis, dari ‘hampir selesai’ hingga ‘kesepakatan gagal’.”
Beruntung bagi Verdonk, ia memiliki klausul khusus dalam kesepakatan perpanjangan kontraknya pada 2024, yang memberinya peluang untuk pindah jika ada tawaran menarik datang. Klausul itulah yang akhirnya menjadi penyelamat, memungkinkan Verdonk mewujudkan mimpinya untuk bermain di salah satu liga top Eropa dengan bergabung bersama Lille.
Kepindahan Calvin Verdonk ke Lille jelas menjadi pukulan telak bagi NEC Nijmegen yang harus merelakan kehilangan salah satu pemain paling vitalnya. Sejak bergabung pada 2021 dengan status pinjaman, kemudian dipermanenkan pada musim panas 2022, Verdonk telah menjelma menjadi andalan utama di jantung pertahanan NEC. Konsistensinya terlihat dari jumlah penampilannya; bek yang pernah membela Famalicao itu berhasil mencatatkan total 165 penampilan di semua kompetisi, disertai kontribusi delapan gol dan sembilan assist yang mengesankan.
Setelah resmi berlabuh di Lille, Verdonk kini akan memulai petualangan baru di Prancis. Ini menjadi kali kedua dalam kariernya ia merasakan atmosfer kompetisi di luar Belanda. Tak hanya akan menjajal ketatnya persaingan di Liga Prancis, Verdonk juga berkesempatan besar untuk tampil bersama Lille di kancah Liga Europa musim 2025-2026, sebuah panggung prestisius yang akan semakin mengasah kemampuannya di level Eropa.
Ringkasan
Calvin Verdonk, bek Timnas Indonesia, berhasil pindah dari NEC Nijmegen ke Lille di Liga Prancis dengan mahar 3 juta euro menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2025. Proses transfernya nyaris gagal karena NEC keberatan melepasnya akibat krisis pemain belakang dan absennya bek vital. Namun, kepindahan Verdonk terlaksana berkat klausul khusus dalam kontraknya yang memberinya kesempatan untuk pindah.
Di Lille, bek berusia 28 tahun ini menandatangani kontrak tiga tahun hingga Juni 2028. Kepergian Verdonk menjadi kehilangan besar bagi NEC, di mana ia telah menjadi andalan pertahanan dengan 165 penampilan sejak 2021. Dengan bergabung Lille, Verdonk akan merasakan kompetisi di Liga Prancis dan berkesempatan tampil di Liga Europa 2025-2026.
