Rancak Media – – Pertemuan Cremonese kontra Sassuolo pada pekan kedua Serie A menjadi sorotan bagi pencinta sepak bola Indonesia. Pertandingan Serie A itu mempertemukan Emil Audero dengan Jay Idzes.
Duel ini tersaji di Stadion Giovanni Zini, Cremona. Laga ini berakhir dengan kemenangan Cremonese dengan skor 3-2. Pertandingan ini tak hanya menegangkan dari sisi permainan, tapi juga menjadi simbol kehadiran warna Merah Putih di kancah elite Italia.
Jejak Transfer untuk Berlaga di Serie A Italia
Emil Audero didatangkan Cremonese dengan status pinjaman dari Como 1907 dengan opsi pembelian permanen. Kiper kelahiran Mataram ini sudah kenyang pengalaman dalam mengarungi Liga Italia, Cremonese pun melihat kualitas dan pengalaman Emil untuk menjaga kestabilan pertahanan dalam misi bertahan di kasta tertinggi Liga Italia.
Sementara itu, Jay Idzes mempunyai jalan yang berbeda. Bek andalan Timnas Indonesia ini tumbuh bersama FC Eindhoven, lalu bersinar di Go Ahead Eagles. Permainannya terus meningkat, dan pemain kelahiran Mierlo ini merapat ke Venezia dan berhasil membawa promosi ke Serie A.
Perjalanan Hidup Jay Idzes: Dari Karier Profesional, Pilihan Keturunan Sampai Cerita Kakeknya Pernah Tinggal di Panti Asuhan
Sayangnya, Venezia tidak bisa bertahan di Serie A, dan harus terdegradasi. Kualitas bertahan dan konsistensi Jay Idzes membuat Sassuolo kepincut dan merekrutnya pada bursa musim panas ini.
Susunan Pemain (Starting XI)
Cremonese (Formasi 3-5-2):
Emil Audero (GK); Filippo Terracciano, Federico Baschirotto, Matteo Bianchetti; Alessio Zerbin, Michele Collocolo, Warren Bondo, Jari Vandeputte, Giuseppe Pezzella; Franco Vázquez, Antonio Sanabria
Sassuolo (Formasi 4-3-3):
Arijanet Muric (GK); Sebastian Walukiewicz, Jay Idzes, Tarik Muharemovic, Josh Doig; Aster Vranckx, Nemanja Matic, Daniel Boloca; Domenico Berardi, Andrea Pinamonti, Armand Laurienté
Jalannya Pertandingan Cremonese Kontra Sassuolo
Laga Cremonese vs Sassuolo di Stadion Zini berlangsung penuh drama sejak peluit awal dibunyikan. Bermain dihadapkan publik sendiri, Cremonese mengambil arah permainan. Mereka tampil agresif dan berhasil memecah kebuntuan melalui sepakan Filippo Terracciano pada menit ke-37. Dua menit berselang, Franco Vazquez berhasil menggandakan keunggulan.
Kluivert Gigit Jari! Kapten Andalannya di Timnas Indonesia Batal Main di Serie A, di Mana Jay Idzes akan Main Musim Depan?
Sassuolo yang diperkuat Jay Idzes tampak kesulitan membangun serangan di babak pertama. Idzes beberapa kali melakukan intersep penting, namun pertahanan timnya tetap kecolongan dua gol. Keunggulan 2-0 Cremonese bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Sassuolo mencoba bangkit dengan menekan lewat lini depan yang dipimpin Andrea Pinamonti. Usaha itu membuahkan hasil ketika Pinamonti mencetak gol pada menit ke-63. Semangat tim tamu semakin menyala, dan sepuluh menit kemudian klub yang dibela Jay Idzes mendapatkan penalti, Domenico Berardi sukses mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 2–2.
Drama terjadi di pengujung laga saat Cremonese mendapat penalti. Penalti di masa injury time berhasil dieksekusi dengan tenang, gol ini sekaligus memastikan kemenangan 3-2 untuk tuan rumah.
Dengan kemenangan ini Cremonese berhasil mempertahankan rekor sempurna dengan dua kemenangan di dua laga awal, saat ini mereka memuncaki klasemen sementara dengan 6 poin. Sementara Sassuolo belum meraih poin dan kini berada di posisi bawah klasemen (posisi 19).
Performa Duo Indonesia dalam Duel Cremonese vs Sassuolo
Dalam laga penuh drama antara Cremonese vs Sassuolo, sorotan publik Indonesia tertuju pada dua pemain keturunan yang kini berkarier di Serie A yakni Emil Audero dan Jay Idzes.
Audero yang turun sebagai kiper utama Cremonese, kembali menunjukkan kualitasnya. Audero beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, terutama di babak pertama ketika menghadang peluang emas Andrea Pinamonti. Meski sempat kebobolan dua gol, ketenangan Audero di bawah mistar memberi rasa aman bagi lini belakang Cremonese.
Sementara itu, Jay Idzes menjalani debut Serie A yang berkesan bersama Sassuolo. Idzes tampil 90 menit penuh dan dipercaya mengawal jantung pertahanan. Meski Sassuolo akhirnya kalah, kontribusi Idzes terlihat jelas lewat duel-duel udara dan intersep yang menghambat serangan Cremonese.
Pertemuan dua darah Indonesia di Serie A ini memberi harapan besar bagi suporter tanah air, Emil Audero sebagai tembok terakhir, dan Jay Idzes sebagai palang pintu masa depan.
