
Rancak Media – – Manchester United mengalami malam yang menyakitkan di Piala Carabao. Harapan untuk melangkah jauh pupus setelah disingkirkan Grimsby Town, tim divisi empat, melalui drama adu penalti yang menegangkan.
Namun, sorotan terbesar datang dari dua kesalahan fatal Andre Onana yang membuat gawang Setan Merah rentan ditembus.
Meski begitu, Ruben Amorim menegaskan bahwa kesalahan sang kiper bukan satu-satunya penyebab. Menurutnya, performa buruk ditampilkan oleh seluruh tim, bukan hanya satu pemain.
Kobbie Mainoo Terpinggirkan di Manchester United: Kurang Menit Main, Kontrak Mandek di Era Ruben Amorim
“Dengan segala hormat, melawan tim divisi empat yang jadi masalah bukan hanya kipernya tapi semuanya. Melainkan bagaimana kebiasaannya, bagaimana kami menghadapi kompetisi ini,” jelasnya pada Sky Sports.
Kami tahu bahwa saat itu, orang-orang akan memperhatikan segalanya, ini sangat penting … setiap detail. Kami menunjukkan performa itu hari ini. Para pemain menunjukkan itu pada saya dengan sangat jelas,” tambahnya.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti cara timnya mengawali pertandingan. Menurutnya, kurangnya intensitas sejak menit awal menjadi alasan utama mengapa permainan Manchester United tampak tidak terarah.
Transformasi Manchester United: Ruben Amorim Berani Lepas Pemain Kunci!
“Cara kami memulai pertandingan benar-benar tanpa tekanan berarti. Kami kehilangan arah. Sulit dijelaskan, tapi itu yang terjadi,” lanjut Amorim.
Meski kecewa berat dengan performa di Blundell Park, Amorim menegaskan dirinya tidak kehilangan keyakinan. Ia percaya progres tim akan tetap terlihat, bahkan jika jalannya terasa lambat.
“Apakah sama seperti musim lalu? Itu masalahnya. Jika kalah tapi ada hal baru yang bisa dipelajari, itu berbeda. Tapi hari ini, sulit melihatnya,” ungkap Amorim.
Tak lupa, Amorim menyampaikan permintaan maafnya kepada para pendukung yang selalu hadir memberikan dukungan, meski hasil di lapangan belum sesuai harapan.
“Saya hanya ingin menyampaikan rasa maaf yang sebesar-besarnya kepada para penggemar. Dukungan yang mereka berikan kepada saya, dukungan yang selalu mereka berikan, dengan segala kekalahan, kepada tim, hari ini saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain penyesalan,” ungkapnya.
Pelatih berusia 39 tahun itu berjanji memanfaatkan jeda dua minggu ke depan untuk membenahi performa tim. Namun, sebelum itu, masih ada satu laga di akhir pekan yang harus dijalani dengan penuh determinasi.
“Kami masih punya satu laga di akhir pekan sebelum jeda. Setelah itu, waktunya memperbaiki banyak hal,” tegasnya.
Kekalahan ini bukan hanya mengakhiri langkah Manchester United di Piala Carabao, tetapi juga menjadi cerminan bahwa pekerjaan besar menanti Amorim. Tidak sekadar membangun sistem, tapi juga mentalitas juara yang masih hilang dari skuadnya.
