TOBA & OASA: Saatnya Beli Saham? Analis Ungkap Sentimen Danantara

 

Rancak Media JAKARTA – Pergerakan harga saham dua emiten yang aktif dalam proyek waste to energy (WTE), yakni PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA), mencatatkan kenaikan impresif sejak awal tahun ini. Fenomena ini cukup mengejutkan mengingat secara fundamental, kedua perusahaan tersebut justru membukukan kerugian bersih dan kontraksi pendapatan pada semester I/2025.

Menurut Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, lonjakan harga saham OASA dan TOBA lebih banyak didorong oleh sentimen positif pasar serta ekspektasi investor terhadap prospek jangka panjang sektor WTE. Ia menyoroti wacana dukungan pendanaan dari Danantara melalui skema Patriot Bonds untuk proyek-proyek WTE, yang turut menjadi katalis kuat bagi pergerakan saham ini.

“Harapan pasar adalah suntikan modal ini mampu memperbaiki kinerja kedua emiten tersebut di masa depan. Oleh karena itu, meskipun laporan keuangan terakhir menunjukkan pelemahan, faktor fundamental belum menjadi perhatian utama investor saat ini,” jelas Ekky.

Pada penutupan perdagangan hari Rabu, 27 Agustus 2025, saham OASA ditutup melemah 3,91% ke level Rp246, meskipun secara year to date (YTD) telah melonjak signifikan 74,47%. Sementara itu, TOBA terkoreksi 2,22% menjadi Rp1.320, namun performa YTD-nya tetap fantastis dengan penguatan mencapai 231,66%.

Ekky menambahkan, “Kenaikan saham yang berbasis sentimen seperti ini biasanya bersifat jangka pendek dan memiliki volatilitas tinggi. Apabila realisasi proyek atau kinerja aktual tidak sesuai dengan ekspektasi, harga saham berisiko mengalami koreksi tajam dalam waktu singkat.”

Untuk investor yang sudah menempatkan modalnya di kedua emiten ini, Ekky menyarankan agar mereka memantau secara ketat keberlanjutan sentimen positif dan progres eksekusi proyek WTE. Jika muncul indikasi sentimen mulai mereda atau kinerja riil tidak mendukung, merealisasikan keuntungan menjadi langkah bijak demi terhindar dari koreksi harga yang mendalam.

“Dengan kata lain, reli harga saham OASA dan TOBA saat ini lebih tepat dipandang sebagai momentum trading tematik ketimbang investasi fundamental jangka panjang,” pungkas Ekky, memberikan pandangan strategis bagi para pelaku pasar.

Senada dengan pandangan tersebut, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan strategi sell on strength (jual saat menguat) bagi saham OASA dan TOBA. Khusus untuk TOBA, harganya bahkan telah melampaui target yang dipatok Mirae Asset, yaitu masing-masing Rp1.075, Rp1.110, dan Rp1.230. Saat ini, saham TOBA terpantau dalam tren overbought.

“Bila hari ini potensi kenaikannya terbatas (limited upside), sangat layak untuk dipertimbangkan strategi sell on strength, terutama jika terjadi koreksi harga yang wajar,” ujar Nafan, menegaskan potensi profit taking bagi investor.

———–

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Saham PT TBS Energi Utama (TOBA) dan PT Maharaksa Biru Energi (OASA) mencatat kenaikan impresif sejak awal tahun, meskipun secara fundamental keduanya membukukan kerugian bersih pada semester I/2025. Lonjakan harga ini didorong oleh sentimen positif pasar dan ekspektasi investor terhadap prospek sektor *Waste-to-Energy* (WTE), khususnya wacana dukungan pendanaan dari Danantara melalui Patriot Bonds. Harapan pasar adalah suntikan modal ini mampu memperbaiki kinerja emiten di masa depan, sehingga faktor fundamental belum menjadi perhatian utama.

Menurut Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, kenaikan saham berbasis sentimen ini bersifat jangka pendek dan lebih tepat sebagai momentum *trading* tematik. Ia menyarankan investor untuk memantau ketat progres proyek dan merealisasikan keuntungan jika sentimen mereda atau kinerja tidak mendukung. Senada, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan strategi *sell on strength*, mengingat saham TOBA telah melampaui target dan dalam tren *overbought*.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.