
Johnny Walker, petarung elite di divisi kelas berat ringan UFC, kini secara terang-terangan menyatakan kesiapannya untuk memperebutkan sabuk juara setelah mencatat kemenangan gemilang dalam ajang UFC Fight Night 257.
Kembalinya Walker ke oktagon kali ini menandai sebuah babak baru dalam kariernya. Ia kembali bertarung setelah mengalami dua kekalahan KO yang pahit pada tahun lalu, sebuah periode yang membuatnya merasa seolah harus memulai kembali dari nol di kancah kelas berat ringan UFC.
Dalam pertarungan terbarunya, Walker menghadapi petarung yang berada di luar 10 besar ranking UFC, Zhang Mingyang. Namun, dominasi Walker begitu kentara, terlihat dari kemenangannya yang mudah dalam dua ronde di Shanghai, China. Petarung asal Brasil ini sukses menumbangkan Mingyang melalui TKO, berkat kombinasi tendangan kaki dan pukulan telak yang memperlihatkan kelasnya.
Sebelum duel krusial melawan Mingyang, Johnny Walker sempat menunjukkan sikap pasrah mengenai pertarungan berikutnya, sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada pihak UFC. “Entahlah,” ucap Walker saat ditanya tentang rencana pertarungan setelah Mingyang. “Saya benar-benar fokus pada lawan asal Tiongkok itu. Saya bahkan tidak melihat peringkatnya.” Ia melanjutkan, “Saya tidak peduli bagaimana hasilnya,” seperti dikutip Juara.net dari MMA Junkie, menegaskan konsentrasinya pada satu pertarungan di depan mata.
Pertarungan Ulang Magomed Ankalaev Vs Alex Pereira Dianggap Sudah Basi
Namun, pasca-kemenangan tersebut, ada perubahan signifikan dalam pandangannya. Walker sempat melontarkan tantangan kepada Jan Blachowicz langsung di dalam ring, meskipun kemudian mengalihkan pembicaraan darinya dalam wawancara yang sama. Pada akhirnya, Walker menyatakan ia sepenuhnya mempercayakan keputusan kepada mak comblang UFC, Mick Maynard. Bahkan, ia siap menghadapi siapa pun, termasuk pemenang duel antara Alex Pereira dan Magomed Ankalaev di UFC 320. “Apa pun yang dilakukan para mak comblang, saya terima,” tegas Walker, menandakan kesiapannya menghadapi tantangan apa pun demi gelar juara.
Walker mengakui bahwa duel melawan Mingyang telah membangkitkan kembali semangat bertarungnya yang sempat redup. “Saya merasa sangat baik,” kata Walker. “Saya hanya butuh sedikit waktu lagi untuk memaksimalkan kemampuan saya.”
Setelah Dricus Du Plessis, Khamzat Chimaev Sesumbar Tantang Magomed Ankalaev hingga Islam Makhachev
Ia juga merefleksikan dampak dari absennya pertarungan dalam waktu yang lama. “Rasanya lama sekali tanpa pertarungan. Setahun, ya? Saya jadi agak malu dan kurang percaya diri.” Perasaan itulah yang mendorongnya untuk memeluk Mingyang setelah berhasil menjatuhkannya. Meskipun meraih kemenangan, Walker secara jujur mengevaluasi bahwa strateginya belum berjalan efektif sepenuhnya. “Takedown saya kurang efektif,” akunya.
Kurangnya jam terbang akibat jeda panjang juga mempengaruhi performanya. “Saya sudah lama sekali tanpa pertarungan. Saya sedikit kehilangan timing dalam setiap pertarungan.” Namun, ia berhasil menemukan ritmenya di ronde kedua. “Begitu ronde kedua, saya mulai bergerak lebih baik. Saya memulai pertarungannya, ‘Oke, sekarang saatnya untuk maju’,” pungkasnya, menunjukkan kemampuan adaptasi yang cepat di tengah laga.
Sebagai catatan, Johnny Walker sendiri pernah merasakan kekalahan KO dari Magomed Ankalaev, pemegang sabuk juara saat ini, dalam ajang UFC Fight Night Las Vegas tahun lalu. Untuk mencapai ambisi merebut sabuk juara lagi, Walker harus siap melewati serangkaian petarung tangguh yang berada di atasnya, termasuk nama-nama besar seperti Dominick Reyes, Jan Blachowicz, dan Jiri Prochazka, menegaskan bahwa jalannya menuju puncak masih panjang dan penuh tantangan.
Ringkasan
Johnny Walker, petarung elite di divisi kelas berat ringan UFC, kini secara terang-terangan menyatakan kesiapannya untuk memperebutkan sabuk juara di UFC 320. Ambisi ini muncul setelah ia mencatat kemenangan gemilang atas Zhang Mingyang melalui TKO dalam ajang UFC Fight Night 257 di Shanghai. Kemenangan ini menandai kebangkitan Walker setelah sempat mengalami dua kekalahan KO pada tahun sebelumnya.
Setelah kemenangan tersebut, Walker kini sepenuhnya siap menghadapi siapa pun, termasuk pemenang duel antara Alex Pereira dan Magomed Ankalaev. Meskipun meraih kemenangan, Walker secara jujur mengevaluasi bahwa strateginya belum berjalan efektif sepenuhnya karena kurangnya jam terbang. Untuk mencapai gelar juara, ia harus siap melewati serangkaian petarung tangguh lainnya di divisinya.
