Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang kurang menggembirakan sepanjang pekan perdagangan 18-22 Agustus 2025. Periode ini ditandai dengan koreksi signifikan, di mana pergerakan 10 saham tercatat menguat dan melemah secara mencolok di tengah dinamika pasar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menjadi primadona dengan lonjakan harga tertinggi mencapai 75,56 persen. Di sisi lain, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) harus menelan pil pahit sebagai saham dengan koreksi terdalam, merosot hingga 20,41 persen. Kinerja ekstrem kedua saham ini menjadi cerminan volatilitas yang mewarnai perdagangan pekan ini.
Berikut adalah rangkuman saham-saham dengan penguatan dan penurunan harga paling signifikan sepanjang pekan perdagangan 18-22 Agustus 2025:
10 Saham dengan Kinerja Terbaik (Top Gainers)

Sejumlah saham menunjukkan performa gemilang dengan penguatan harga yang substansial:
-
PT Acset Indonusa Tbk (ACST) memimpin dengan kenaikan 75,56 persen, mencapai Rp158 per saham.
-
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) melonjak 73,15 persen, ditutup pada Rp374 per saham.
-
PT First Media Tbk (KBLV) menguat 68,18 persen, berada di posisi Rp222 per saham.
-
PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) naik 66,15 persen, menjadi Rp1.595 per saham.
-
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatat kenaikan 64,79 persen, berakhir di Rp117 per saham.
-
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) meningkat 63,64 persen, menembus Rp108 per saham.
-
PT Royal Prima Tbk (PRIM) menguat 61,90 persen, mencapai Rp102 per saham.
-
PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 61,48 persen, ditutup pada Rp3.060 per saham.
-
PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR) melesat 60,41 persen, dengan harga Rp6.625 per saham.
-
PT Shield on Service Tbk (SOSS) menguat 54,13 persen, mencapai Rp840 per saham.
10 Saham dengan Penurunan Terdalam (Top Losers)

Sementara itu, beberapa saham menghadapi tekanan jual yang mengakibatkan penurunan harga signifikan:
-
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) terkoreksi 20,41 persen, menjadi Rp780 per saham.
-
PT Argo Pantes Tbk (ARGO) anjlok 16,71 persen, ditutup pada Rp1.445 per saham.
-
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 16,88 persen, mencapai Rp78.825 per saham.
-
PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melemah 14,36 persen, dengan harga Rp310 per saham.
-
PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) merosot 11,80 persen, berada di posisi Rp157 per saham.
-
PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) terkoreksi 10,88 persen, menjadi Rp292 per saham.
-
PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) turun 10,32 persen, ditutup pada Rp695 per saham.
-
PT MNC Land Tbk (KPIG) melemah 8,82 persen, dengan harga Rp186 per saham.
-
PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) anjlok 7,79 persen, mencapai Rp142 per saham.
-
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 7,19 persen, dengan harga Rp2.710 per saham.
IHSG Melemah Sepanjang Pekan Perdagangan

Secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan perdagangan pada Jumat (22/8/2025) di zona merah. IHSG tercatat mengalami koreksi sebesar 0,50 persen selama sepekan, ditutup pada level 7.858,851. Angka ini lebih rendah dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 7.898,375.
Kondisi pelemahan IHSG ini sejalan dengan penyusutan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp14.131 triliun, menurun 0,81 persen dari pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp14.247 triliun. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi pasar modal Indonesia dalam periode tersebut.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa kurang menggembirakan pada pekan perdagangan 18-22 Agustus 2025 dengan koreksi signifikan. PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menjadi saham tercuan tertinggi dengan lonjakan 75,56 persen. Sebaliknya, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) tercatat sebagai saham terboncos dengan penurunan terdalam mencapai 20,41 persen.
Secara keseluruhan, IHSG mengakhiri pekan di zona merah, terkoreksi 0,50 persen dan ditutup pada level 7.858,851. Kondisi ini sejalan dengan penyusutan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar 0,81 persen, menjadi Rp14.131 triliun, mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi pasar.
