
Rancak Media – Bek senior Manchester United, Harry Maguire, dengan tegas menyatakan komitmennya untuk tetap berada di Old Trafford. Ia menilai akan sangat “konyol” atau silly jika buru-buru angkat kaki dari klub di tengah proses revolusi besar yang tengah berlangsung, meskipun kontraknya saat itu hanya menyisakan satu tahun.
Langkah nyata diambil oleh pihak Manchester United pada Januari lalu dengan mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak Maguire hingga musim panas 2026. Keputusan vital ini didasari oleh penilaian manajer Ruben Amorim yang merasa skuadnya membutuhkan figur pemimpin tangguh di ruang ganti.
Perpanjangan kontrak tersebut secara otomatis menutup rapat peluang bagi sejumlah tim yang sebelumnya sempat mengajukan minat pada Maguire di jendela bursa transfer musim panas.
Melansir laporan dari BBC Sport, Maguire mengonfirmasi adanya pendekatan dari beberapa klub. Namun, ia menambahkan, manajemen Manchester United segera merespons dengan jawaban tegas bahwa bek tengah tersebut “tidak untuk dijual”.
“Musim lalu, klausul itu sepenuhnya ada di tangan klub. Tidak ada opsi di pihak saya untuk menolak. Mereka hanya mengaktifkan dan kontrak saya otomatis diperpanjang,” jelas Maguire, sebagaimana dikutip dari BBC Sport.
Ia melanjutkan, “Musim panas ini, saya cukup yakin klub sudah menegaskan bahwa saya tidak bisa pergi dalam kondisi apa pun. Memang ada beberapa klub yang menanyakan, dan saya rasa mereka langsung mendapat respons yang sangat cepat.”
Dengan situasi kontrak yang baru ini, masa bakti Maguire di Old Trafford secara resmi akan berakhir pada Juni 2026. Konsekuensinya, mulai Januari tahun depan, ia memiliki kebebasan untuk memulai negosiasi dengan klub lain.
Pemain berusia 32 tahun ini bukan kali pertama mendekat ke pintu keluar. Dua tahun silam, West Ham United bahkan telah mencapai kesepakatan transfer dengan Manchester United. Namun, Maguire kala itu menolak kepindahan karena merasa masih memiliki peran vital yang harus dimainkan di Old Trafford.
Sebagai informasi, Maguire didatangkan Manchester United dari Leicester City pada tahun 2019 dengan mahar fantastis sebesar 80 juta Poundsterling, atau setara dengan sekitar Rp1,6 triliun. Sejak saat itu, ia telah mencatatkan lebih dari 200 penampilan bersama Setan Merah.
Meskipun musim lalu Manchester United mencatat rekor buruk—finis di peringkat terendah Liga Inggris sejak degradasi pada tahun 1974—Maguire tetap menunjukkan sikap optimistis. Menurutnya, revolusi yang digagas oleh Sir Jim Ratcliffe sebagai pemilik minoritas dan Jason Wilcox sebagai direktur teknik telah membawa klub menuju arah yang sangat positif.
“Saya yakin dalam beberapa bulan ke depan akan ada pembicaraan mengenai masa depan saya. Klub mungkin ingin memperpanjang, dan saya juga punya gambaran jelas tentang apa yang saya inginkan,” ungkap Maguire.
“Namun, saya tidak ingin membicarakannya sekarang,” lanjutnya. “Satu hal yang pasti, ini adalah klub yang luar biasa untuk bermain. Akan sangat konyol jika saya buru-buru meninggalkannya. Dengan struktur baru di balik manajemen, saya merasa Manchester United kini berada di jalur yang benar.”
Maguire secara pribadi menilai adanya perubahan nyata sejak pertama kali ia bergabung enam tahun silam. Jika sebelumnya Manchester United kerap dikritik karena struktur organisasi yang tampak berantakan, kini situasinya jauh lebih tertata dan terorganisir.
“Sejak saya datang enam tahun lalu, sekarang sudah benar-benar berbeda. Struktur di balik staf manajemen terasa lebih solid. Klub berada di tempat yang jauh lebih baik,” tegasnya.
Meskipun performanya tidak selalu menjadikannya pilihan utama dalam beberapa musim terakhir, Maguire tetap dianggap sebagai sosok penting di ruang ganti. Manajer Ruben Amorim, yang baru bergabung musim panas ini, juga secara khusus menekankan perlunya figur pemimpin berpengalaman untuk menyeimbangkan skuad muda Manchester United.
Antisipasi Alexander Isak Hengkang ke Liverpool, Newcastle United Gerilya Dua Nama Striker Haus Gol
Dengan bekal pengalaman luasnya di Premier League dan Timnas Inggris, Maguire dipandang sebagai salah satu pemain senior yang masih dapat memberikan kontribusi signifikan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Meskipun masa depan Maguire di Old Trafford belum sepenuhnya terang, namun satu hal yang pasti: bek berpostur jangkung ini telah menegaskan loyalitasnya. Ia tidak akan memaksakan diri untuk pergi, justru sebaliknya, merasa masih memiliki tanggung jawab besar dalam fase transisi krusial yang sedang dijalankan Manchester United.
Kini, segala keputusan terkait masa depan Maguire akan sangat bergantung pada hasil pembicaraan lanjutan antara pihak klub dan sang pemain dalam beberapa bulan mendatang. Apakah kontraknya akan diperpanjang lebih lama, ataukah Januari nanti akan menandai dimulainya babak baru dalam karier sepak bolanya.
Ironis! Manchester United Jor-joran di Bursa Transfer, Ruben Amorim Jual 13 Pemain Tanpa Pemasukan Sepeserpun
Ringkasan
Bek senior Manchester United, Harry Maguire, menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Old Trafford, menilai akan “konyol” jika pergi di tengah proses revolusi klub. Manchester United sendiri telah mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak Maguire hingga Juni 2026 pada Januari lalu, secara tegas menolak minat dari beberapa klub. Manajer Ruben Amorim menganggap Maguire sebagai figur pemimpin tangguh yang penting bagi skuad muda tim.
Meskipun kontraknya akan berakhir pada Juni 2026, Maguire melihat adanya perubahan positif dan struktur yang lebih tertata di klub di bawah manajemen baru. Ia merasa masih memiliki peran vital dan optimis dengan arah Manchester United saat ini. Pembicaraan mengenai masa depannya, apakah akan diperpanjang atau memulai negosiasi dengan klub lain setelah Januari mendatang, diharapkan akan segera dilakukan.
