Destinasi Wisata Seni dan Budaya di Bandung Memanfaatkan Bekas Gedung Bioskop Zaman Kolonial

Destinasi Wisata Seni dan Budaya di Bandung Memanfaatkan Bekas Gedung Bioskop Zaman Kolonial – Gedung sisa Bioskop Dian dekat alun-alun akan dibongkar jadi tujuan wisata dan kegiatan seni budaya di pusat Kota Bandung, Jawa Barat. Bangunan berdiri pada zaman penjajahan 1930 itu sekarang diatur PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) punya pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Aktivasinya diawali pada ajang pameran lukisan karya seniman Tisna Sanjaya yang berjalan 20 Desember 2020 sampai 28 Januari 2021. Direktur Khusus Jaswita Jawa Barat, Deni Nurdyana Hadimin menjelaskan pameran seni rupa itu adalah ide dan usaha dari seniman untuk turut jaga dan melestarikan bangunan cagar budaya.

“Sejauh ini gedung itu tidak termanfaatkan secara baik sebab bermacam factor,” ucapnya melalui info tercatat, Sabtu 19 Desember 2020. Gagasannya, Jaswita Jawa Barat akan membenahi keadaan gedung yang remuk sisi dalam. Dana perbaikan dan peningkatan tempat untuk tujuan wisata seni dan budaya ini sudah disodorkan pada bujet 2021.

🔥TRENDING:  Persiapan Berkendara Sebelum Liburan Akhir Tahun

Perusahaan wilayah itu akan menyertakan seniman untuk ikut mengurus rutinitas dan jadwal seni budaya di situ. Gedung Bioskop Dian yang dahulu namanya Radio City itu berada di Jalan Dalem Kaum Nomor 58, Kota Bandung. Posisinya berdampingan dengan pagar depan kompleks pendopo atau rumah dinas wali kota Bandung, di samping selatan alun-alun. Bangunan cagar budaya itu dilindungi oleh Ketentuan Wilayah Kota Bandung Nomor 19 Tahun 2009.

Seniman dan budayawan, Tisna Sanjaya menjelaskan pameran lukisannya di gedung Bioskop Dian mempunyai tujuan gerakkan keadaan gedung dan lingkungan sekelilingnya berbeda bertambah lebih baik. Beberapa seniman sedang membuat program atau rutinitas selanjutnya sesudah pameran lukisannya habis.

🔥TRENDING:  Ini Hotel Bintang 4 Dengan tarif Rp.300 Ribuan di Bali, Dekat Pantai Sanur Pula

Tisna Sanjaya punyai pengalaman individu mengenai gedung Bioskop Dian. Saat kecil sampai remaja, ia melihat film India, kungfu Cina, dan Indonesia, di situ. Orangtua yang pertamanya kali ajak menonton film di bioskop dengan keluarga. “Arti cantik tidak sirna sebab terkesan,” kata dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB itu.

Tetapi kesan-kesan semacam itu, menurut Tisna, tidaklah sampai ke angkatan saat ini sebab bangunan itu sedikit dijaga orang. Semenjak 1990-an, karisma bioskop menurun, kabarnya sebab kalah berkompetisi dengan bioskop-bioskop baru. Kecuali Bioskop Dian, bioskop lain dari zaman penjajahan sebagai cagar budaya di Kota Bandung ialah Gedung Majestic di Jalan Braga Pendek dan Gedung Panti Karya di Jalan Merdeka.

Sumber : tempo.co

Back to top button