TRAVEL

Tembus 300 Miliar Untuk Refund Kamar Hotel di Bali

Tembus 300 Miliar Untuk Refund Kamar Hotel di Bali – Imbas sangat masif, Peraturan yang mulai berlaku ini hari (18/12) membuat beberapa calon pelancong menggagalkan gagasan berlibur mereka.

Peraturan ini digagas oleh Menko Luhut Binsjar Pandjiatan dalam pengatasan wabah covid-19 supaya liburan tahun akhir jadi ledakan baru masalah covid- Di Bali pemakai layanan udara harus PCR, sedang angkutan darat harus antigen mulai 18 Desember 2020.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengutarakan nilai keinginan uang kembali lagi atau kembalikan capai beberapa ratus miliar. Angka itu berawal dari penangguhan beberapa ratus ribu ticket pesawat, hotel, restoran dan imbas yang lain.

🔥TRENDING:  Hasil Swab Wajib Negatif H-2 Keberangkatan, Syarat Pergi Ke Bali

“Rekan-rekan telah memberi laporan jika efeknya itu sampai Rp 317 miliar. Bayangin saja yang menggagalkan sampai 133 ribu penumpang, bertambah 10 kali lipat dari keadaan normal,” kata Hariyadi Jumat (18/12).

Sekarang ini hotel, restoran, biro travel sampai maskapal penerbangan sedang repot. Tetapi, tidak cuma repot layani penumpang untuk melancong, tetapi layani kembalikan warga yang tidak jadi berlibur. Dia menyesalkan peraturan yang diambil benar-benar tiba-tiba. Masalahnya banyak penyiapan yang dikerjakan beberapa stakeholder yang lain.

“Jika ingin batasi semestinya tidak jadi begitu. Kita kan jadi bingung, pemerintahan telah kabarkan berlibur Idul Fitri digeser ke Desember penduduknya telah bersiap mengagendakan karena itu tempo hari pembelian ticket pemesanan hotel mengagumkan. Orang Indonesia umumnya last minute saat ini tidak, tetapi well organize, mendadak beini rekan jadi sulit,” ucapnya.

🔥TRENDING:  Pemerintah Yogyakarta Akan Batasi Jumlah Wisatawan Yang Masuk Jalan Malioboro

Kecuali telah jatuh dengan pengembalian ticket yang besar, industri pariwisata Bali kembali lagi harus terkena tangga bila menyaksikan imbas ekonomi yang muncul karena peraturan pemerintahan itu.

“Hasil pemrosesan data itu penghitungan Rp 967 miliar terkena ke Ekonomi Bali, nyaris Rp 1 triliun lah,” terang Hariyadi.

Sumber : cnbcindonesia.com

Back to top button