Advertisement

Museum Wayang Kulit Wonogiri, Koleksi wayang yang Harus Kamu Ketahui

Rancakmedia.com – Salah satu museum wayang kulit di Indonesia terletak di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri. Museum ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Wonogiri.

Pada 1 September 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan Museum Wayang Indonesia. Pak Bei Tani M Ng Prawirowihardjo, presiden pertama paman Soeharto, membangun kompleks Padepokan tempat museum itu berada.

Meski tidak seluas Museum Wayang di Jakarta, koleksi di museum ini terbilang cukup banyak. Ada wayang kulit, wayang golek, wayang beber, wayang suket, wayang kumpeni, wayang klitik, wayang tembaga, wayang potehi, dan masih banyak lagi.

kamu dapat mempelajari tahun-tahun awal Suharto serta sejarah wayang Indonesia di museum ini. Dilansir dari situs resmi Jawa Tengah, di kompleks pertapaan Pak Bei Tani tempat Pak Harto diasuh oleh pamannya, M Ng Prawirowihardjo, dari bayi hingga remaja.

Koleksi Museum Wayang Kulit Wonogiri

Lihat koleksi Museum Wayang Wonogiri yang terletak di Kecamatan Wuryanto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pada 1 September 2014, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri meresmikan Museum ini. Penggagasnya adalah Bupati Wonogiri saat itu, H. Begug Poernomosidi.

Koleksi Museum Wayang Kulit Wonogiri

Museum Wayang Wonogiri berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke sana.

Wayang yang dipamerkan di Museum Wayang Wonogiri ini berasal dari seluruh Indonesia, termasuk daerah Jawa Tengah. Sebut saja beberapa wayang yang dipamerkan antara lain: Wayang Kulit Purwa; golek; Bali; Klitik; Suket; Bali; beber; Topeng; dan masih banyak lagi.

Jumlah wayang dalam koleksi di Museum Wayang Wonogiri adalah 200. Koleksi juga ada gambar Semar karya Ki Djoko Sutedjo yaitu 3 cm kali 3 cm.

Berkat karya seni Semar, Ki Djoko Sutedjo menerima penghargaan Muri pada Agustus 1998. Museum Wayang Wonogiri juga mendapat sumbangan koleksi dari Bupati Wonogiri saat itu, H. Begug Poernomosidi.

Baca Juga:  Museum Wayang di Indonesia Yang Bisa Kamu Kunjungi Kapan Saja

Wayang Semar, dibuat di Batu pada tahun 1716, adalah salah satu persembahan. Ini adalah wayang tertua di Museum Wayang Wonogiri. Pada masa Kartosuro, ritual ruwatan nenek moyang Ki Warsino Guno Sukasano konon menggunakan wayang batu, Semar.

Bupati Begug Poernomosidi juga memiliki koleksi Wayang Limbuk dan Cangik yang sering ia gunakan saat berbincang dengan warga.

Inventarisasi Koleksi Museum Wayang Indonesia Wonogiri

Pada tahun 2022, Museum Wayang Indonesia di Kabupaten Wuryantoro Wonogiri akan menyusun koleksi dan membuatnya dapat diakses oleh publik. Target kuartal kedua 2022, pendataan harus selesai paling lambat.

Inventarisasi Koleksi Museum Wayang Indonesia Wonogiri

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Eko Sumarsono, mengaku pendataan program pendataan atau inventarisasi dilakukan pada 2020. Saat itu, kebetulan ada mahasiswa magang di Wayang Indonesia. Museum.

“Program inventarisasi masih direncanakan dan belum dimulai. Namun, uang telah disisihkan untuk itu tahun ini (yaitu pada tahun 2022). Kami tidak hanya mencatat nama-nama tokoh, tetapi juga keadaan dan gamba.

Ini akan menjadi pertama kalinya koleksi wayang rusak ditemukan di Museum Wayang. Eko meyakini koleksi tersebut rusak karena posisinya terkena sinar matahari langsung. Museum Wayang Indonesia mengambil koleksi museum lebih serius sekarang setelah hasil ini dibuat.

Hasil dari upaya tersebut selanjutnya dijadikan buku katalog koleksi. Kata Eko, “karena kita belum punya katalog koleksi.”

Sejak tahun 2017, Penanggung Jawab Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri ini memastikan bahwa Museum Wayang Indonesia telah menerima dana alokasi khusus berupa bantuan operasional museum dan taman budaya selama dua tahun terakhir.

Akibatnya, kami harus bergantung pada dana alokasi khusus untuk membantu kami menjaga kelancaran koleksi. “Momentum yang tepat juga setelah kami menyelesaikan pendataan koleksi ke dalam buku katalog,” tambah Eko.

Ditanya soal kelanjutan penggunaan dana alokasi khusus untuk membantu kegiatan Museum Wayang Indonesia, Eko mengatakan hingga akhir tahun 2021 masih sebatas program belajar tentang museum dan mengadakan lomba-lomba yang terkait dengan museum.

Baca Juga:  Sejarah Museum Wayang di Kota Tua Jakarta, Beserta Koleksinya

Dia mencontohkan pada Oktober 2021, saat PPKM di Wonogiri turun ke level dua, dan kontes baru berani digelar meski masih dibatasi. “Ada lomba dalang cilik, lomba dalang muda, dan lomba menggambar wayang.

Kemarin, saat dibuka untuk umum, banyak yang penasaran. “Tapi karena mereka masih khawatir dengan wabah COVID-19, jadi awalnya hanya untuk masyarakat lokal saja,” lanjutnya.

Masih dalam pendataan dan pengadaan kegiatan yang menggunakan uang yang diperoleh dari alokasi anggaran khusus Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Museum Wayang Indonesia pada 2022 akan menyelenggarakan workshop pembuatan wayang dan festival musik. Itu tujuan kami agar masyarakat tertarik dengan museum ini,” ujar Eko lebih lanjut.

Eko sempat bingung saat ditanyai soal tanggal dimulainya kompetisi komunitas itu. “Yang diketahui kuartal II 2022 awalnya kita konsentrasi mengumpulkan inventaris. Untuk saat ini masih menunggu skenario pandemi COVID-19 juga,” pungkas Eko.

Kesimpulan

Museum Wayang Indonesia terletak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan museum pada tahun 2004. Koleksinya meliputi: Wayang Kulit Purwa, Wayang Bali, Suket, Wayang Bali dan Wayang Beber.

Museum Wayang Indonesia di Kabupaten Wuryantoro Wonogiri akan menyusun koleksi dan membuatnya dapat diakses oleh publik. Target kuartal kedua 2022, pendataan harus selesai paling lambat. Museum telah menerima dana khusus selama dua tahun terakhir.

Direktur Museum Wayang Indonesia (PPKM) Wonogiri, Eko Wijayawejo mengatakan kepada Newsround, momentum kegiatan museum dimulai setelah museum selesai mengumpulkan data koleksi ke dalam buku katalog.

Back to top button