Advertisement

Tips Menjaga Keamanan Privasi Data Anda Agar Tetap Aman di Era Digital

Tips Menjaga Keamanan Privasi Data Anda Agar Tetap Aman di Era Digital – Era digital menyediakan keterbukaan dan kecepatan informasi lewat koneksi internet. Sayangnya, kemudahan ini disertai dengan potensi teror privasi data pemakai internet yang makin besar. Walau sebenarnya, privasi data pemakai adalah satu perihal yang paling utama di era saat ini.

Nilai ekonomi data hingga keamanan negara

Pemerhati keamanan siber sekaligus staf engagement and learning specialist di Engage Media, Yerry Niko Borang mengatakan, data tersebut memiliki nilai ekonomi hingga pertahanan dan keamanan negeri.

“Bahaya penyalahgunaan data bisa merusak ekonomi, misalnya penjebolan akun bank pribadi hingga jebolnya sistem perbankan,” kata Yerry.

Data yang dicuri bahkan dapat memprediksi kecenderungan politik pemilih, misalnya merekayasa dan mendorong arah pilihan politik dalam pemilu.

Agar data tetap aman

Yerry menyebut beberapa cara yang bisa dilakukan agar privasi data tetap aman saat berselancar di internet.

  1. Pengguna bisa membuat password yang lebih rumit, tapi tetap mudah diingat.
  2. Mengganti passowrd secara rutin setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali.
  3. Memakai keamanan berlapis, misalnya 2 faktor otentifikasi (2FA).
  4. Hindari sebisa mungkin mengunjungi laman internet yang penuh resiko, semacam situs dewasa, permaninan online dan sebagainya.

Aplikasi mencuri data pengguna

Dibandingkan 10-15 tahun lalu, kata Yerry, saat ini ada banyak peralatan atau software di internet untuk mengamankan diri. Namun, ia juga memperingatkan adanya aplikasi yang justru bisa menjadi bumerang dan mencuri data pengguna.

Sementara itu mengenai keramaian akhir-akhir ini tentang keamanan WhatsApp, Yerry mempertanyakan banyak orang pindah ke aplikasi perpesanan Telegram.

Sebab, Telegram merupakan aplikasi perpesanan biasa yang tidak terenkripsi. “Baru setelah secret chat dinyalakan (terenkripsi), beda dgn WA ato Signal. Group message-nya juga sama sekali tidak diproteksi,” papar dia. “Malah jauh riskan ketimbang WA. Saya mengajurkan Signal setidaknya,” jelasnya.

Sumber : kompas.com

Related Articles

Back to top button