Presiden Prabowo menyebut PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah mengelola devisa negara lebih dari US$ 10,5 miliar atau sekitar Rp 188,3 triliun dalam 1,5 bulan.
Kebijakan ekspor satu pintu DSI mulai Juni 2026 diharapkan tak jadi risiko kebijakan, meski ada kekhawatiran soal implementasi, efisiensi, dan monopoli.