Meski IHSG bullish, minat investor ke obligasi korporasi diproyeksi tetap kuat 2026, dengan penerbitan berpotensi mencapai Rp170 triliun didorong refinancing.
Harga buyback emas Antam naik 64,68% di 2025, mencapai Rp2.248.000. Meski belum mencapai rekor tertinggi, kenaikan ini dipengaruhi spekulasi penurunan suku bunga.
Penurunan BI Rate hingga 2026 memicu optimisme penerbitan surat utang korporasi, meski tantangan global dan domestik tetap ada. Nilai penerbitan diprediksi capai Rp200 triliun.
Harga emas global mencapai rekor US$3.800 per troy ounce, mendorong saham tambang emas seperti BRMS dan ANTM naik. Faktor utama adalah permintaan aset safe haven.
Saham bank seperti BMRI & BBNI berpotensi rebound di era suku bunga rendah, didukung peningkatan likuiditas dan ekspektasi penyaluran kredit yang lebih tinggi.