Manajer investasi fokus pada saham dengan dividend yield tinggi di tengah pelemahan rupiah dan ketidakpastian pasar, sambil menjaga likuiditas untuk peluang investasi.
Pasar saham Indonesia berpotensi mengalami January Effect 2026, meski relevansinya dipertanyakan. Fokus pada saham small-cap dan mid-cap untuk peluang.
Saham konglomerat naik di 2025, namun di 2026 investor harus selektif dan fokus pada fundamental. Rebalancing disarankan jika valuasi saham terlalu tinggi.
PT Timah (TINS) memproyeksikan rasio dividen 2025 antara 30%-40%, dengan keputusan final pada RUPS 2026. Laba bersih turun 33,71% hingga September 2025.
Manajer investasi bersiap menghadapi window dressing 2025 dengan strategi diversifikasi saham, fokus pada fundamental perusahaan, dan memantau dinamika global.