Pasar saham Indonesia tetap stabil meski ada shutdown AS, dengan fokus investor lebih pada faktor domestik seperti kebijakan fiskal dan nilai tukar rupiah.
IHSG menguat 16,36% hingga kuartal III/2025, namun dana asing masih keluar. Investor global menunggu arah yield obligasi AS. Stabilitas rupiah dan strategi window dressing bisa menarik inflow.