Manulife fokus pada saham fundamental solid di sektor finansial, konsumer, dan blue chip, memanfaatkan tren IHSG positif dan valuasi menarik untuk reksa dana saham.
Saham bank Himbara naik setelah 84% dana injeksi pemerintah Rp200 triliun terealisasi, menurunkan CoF dan mendorong pertumbuhan kredit hingga 10% YoY akhir 2025.
Perang dagang AS-China memicu volatilitas IHSG jangka pendek, namun pasar diprediksi pulih. Sektor teknologi dan finansial direkomendasikan untuk investasi.
BEI mencatat 10 perusahaan dalam pipeline IPO, dengan 2 di antaranya berpotensi menjadi IPO lighthouse tahun ini. OJK memproses pendaftaran IPO senilai Rp5,3 triliun.
Investor asing Rancak Media sell Rp4,18 triliun pada 1-4 September 2025, menekan saham big cap dan menambah volatilitas IHSG di tengah September Effect.
Sejumlah saham perbankan seperti BBCA hingga BMRI berpeluang mendapat angin segar dari penurunan suku bunga The Fed kendati pasar dibayangi September Effect.