IHSG naik 10,14% jelang akhir 2025, didorong oleh arus modal asing dan window dressing. Saham bank besar, telekomunikasi, dan consumer staples direkomendasikan.
IHSG ditutup turun 0,62% ke 8.075,77 pada sesi I hari ini, Kamis (25/9/2025) menjauh dari rekor ATH, ditekan saham LIVE, EMAS, dan SMKM yang masuk top losers.
Sejumlah saham big caps seperti AMMN, BMRI hingga BBCA terpantau memuncaki top laggards yang membebani laju IHSG sepekan periode 15 hingga 19 September 2025.
IHSG pecah rekor all time high di 8.051, didorong saham DSSA, BBCA, dan ASII. Kapitalisasi pasar naik ke Rp14.661 triliun. Analis rekomendasikan buy on weakness.
IHSG turun 0,20% ke level 7.869 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (4/9/2025). Saham TMPO, WOWS dan PYFA terpantau masuk jajaran top losers.