IHSG berpotensi mencapai level 9.000 di akhir 2025, didorong oleh akumulasi investor asing, window dressing, dan sentimen positif global, meski risiko aksi ambil untung dan ketidakpastian global tetap ada.
IHSG dibuka menguat 0,20% ke 8.657,90, didorong saham CUAN, IMPC, dan CDIA. Analis prediksi indeks bisa naik lebih lanjut dengan dukungan kondisi global.
IHSG diprediksi mengalami koreksi sementara menuju level 8.500-8.600, dipengaruhi oleh pelemahan saham sektor non-cyclicals, healthcare, dan teknologi.
Reksa dana saham Manulife AM (MAMI) tumbuh 9,7% di 2025, dengan dana kelolaan Rp8,3 triliun. MAMI fokus pada saham domestik dengan potensi earnings atraktif.