IHSG dibuka melemah di level 8.627,40 pada 30 Desember 2025, tertekan oleh penurunan saham emiten emas dan perbankan seperti ANTM, DEWA, BBRI, dan BBCA.
Analis memprediksi January Effect 2026 akan menguntungkan saham berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BBRI, didukung fundamental kuat dan dividen menarik.
Indeks Bisnis-27 naik 0,10% ke 553,31 pada 24/12/2025. Saham INCO dan ANTM menguat masing-masing 3,21% dan 2,51%, sementara 16 saham lainnya juga naik.
Saham blue chip kalah performa Rancak Media buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Dana asing mengalir deras ke pasar saham Indonesia, namun saham seperti BBRI dan BUMI justru banyak dijual. Tren ini dipengaruhi oleh penurunan suku bunga The Fed.