IHSG dibuka melemah di level 8.627,40 pada 30 Desember 2025, tertekan oleh penurunan saham emiten emas dan perbankan seperti ANTM, DEWA, BBRI, dan BBCA.
Analis memprediksi January Effect 2026 akan menguntungkan saham berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BBRI, didukung fundamental kuat dan dividen menarik.
IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,26 dengan nilai transaksi mencapai Rp22,46 triliun dan volume 38,96 miliar lembar. Saham DEWA, ANTM & BULL kinclong.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,97% ke 556,03 pada 29 Desember 2025, dengan saham ADMR dan INKP naik signifikan. Sebanyak 14 saham menguat, 9 melemah, dan 4 stagnan.
IHSG melemah 0,55% di tengah volume perdagangan akhir tahun yang lesu. Saham ARTO, TLKM, ANTM, dan ASII direkomendasikan analis untuk strategi trading.
Indeks Bisnis-27 naik 0,10% ke 553,31 pada 24/12/2025. Saham INCO dan ANTM menguat masing-masing 3,21% dan 2,51%, sementara 16 saham lainnya juga naik.