Saham konglomerat naik di 2025, namun di 2026 investor harus selektif dan fokus pada fundamental. Rebalancing disarankan jika valuasi saham terlalu tinggi.
Meski IHSG bullish, minat investor ke obligasi korporasi diproyeksi tetap kuat 2026, dengan penerbitan berpotensi mencapai Rp170 triliun didorong refinancing.
Analis memproyeksikan IHSG tembus level 10.500 pada 2026, didukung oleh stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter longgar. Saham BRMS dan EXCL direkomendasikan.