IHSG diprediksi variatif dengan support 6.200-6.250. Pasar soroti kebijakan ekspor satu pintu dan kenaikan BI Rate 50 bps ke 5,25% yang pengaruhi rupiah.
IHSG dibuka melemah 0,42% ke 8.534,47 pada 25/11/2025. Saham BRMS dan bank besar seperti BBRI dan BBCA ikut turun. Sentimen pasar dipengaruhi penguatan rupiah dan kajian RPP Demutualisasi BEI.
Rupiah menguat jelang pengumuman BI Rate ke Rp16.745 per dolar AS. Kurs di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI bervariasi, dengan harga beli sekitar Rp16.605—16.741.