The Fed akan mengakhiri quantitative tightening pada Desember 2025, berpotensi meningkatkan likuiditas global dan menarik investor asing ke pasar obligasi RI.
Bank Indonesia dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi makro 2026: pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 2,62%, kurs Rp16.430 per USD. Anggaran BI surplus Rp16,09 triliun.
Saham blue chip seperti BBCA dan TLKM berpotensi naik didorong stimulus ekonomi Rp46 triliun dan penurunan suku bunga, meski kinerja tahun ini kurang impresif.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi, bukan redenominasi rupiah, yang memerlukan persiapan panjang.
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Jakarta tumbuh 4,6%-5,4% di Q4 2025, didorong oleh peningkatan konsumsi saat Natal dan Tahun Baru serta dukungan sektor kreatif.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan Renstra Kemenkeu 2025-2029, menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% di 2029 dengan berbagai strategi pembangunan.
IHSG diramal bergerak mixed di rentang 8.150–8.350 pada Rabu (5/11/2025) setelah ditutup melemah akibat aksi profit taking dan tekanan dari bursa regional.