Bank Indonesia menahan suku bunga 4,75% untuk menjaga produktivitas modal kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi 2026 di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia mengucurkan insentif likuiditas Rp388,1 triliun hingga Desember 2025 untuk mendorong pertumbuhan kredit, dengan Himbara menerima porsi terbesar.
Investor asing memborong saham TLKM dan ASII pada 2025, sementara saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI diproyeksikan menarik kembali dana asing pada 2026.
Sebanyak 13 calon emiten siap IPO awal 2026, didukung sentimen ekonomi positif dan optimisme pasar, meski tantangan ekonomi sebelumnya mengurangi jumlah IPO.