Bank Indonesia memperingatkan risiko krisis keuangan global akibat perilaku agresif lembaga non-bank, utang publik tinggi, dan aset digital yang minim regulasi.
Bank Indonesia memperingatkan potensi krisis finansial global seperti 2008 akibat perilaku agresif lembaga keuangan non-bank dan risiko dari aset digital yang minim regulasi. Total utang global mencapai US$110,9 triliun, menambah volatilitas pasar.
IMF, OECD, ADB, dan Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 5% pada 2025, lebih rendah dari target pemerintah 5,2%. Faktor global dan kebijakan fiskal mempengaruhi.