Emiten perbankan raksasa milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengirim sinyal optimistis kepada para pelaku pasar di tengah tren koreksi sahamnya.
BI telah melonggarkan kebijakan moneter, namun kredit perbankan tumbuh lambat di 2025. Pengusaha masih waspada ekspansi karena kondisi ekonomi global dan lokal.
BTN berencana menyurati BI untuk meminta relaksasi terkait penurunan suku bunga kredit yang lambat, meski telah menjalankan program pemerintah dengan bunga rendah.
Gubernur BI Perry Warjiyo mendukung pemindahan dana Rp200 triliun oleh Menkeu ke perbankan untuk memperkuat likuiditas, sejalan dengan kebijakan ekspansi BI.