Bank Indonesia dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi makro 2026: pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 2,62%, kurs Rp16.430 per USD. Anggaran BI surplus Rp16,09 triliun.
IHSG diramal bergerak mixed di rentang 8.150–8.350 pada Rabu (5/11/2025) setelah ditutup melemah akibat aksi profit taking dan tekanan dari bursa regional.
Investor asing Rancak Media sell Rp50,95 triliun di pasar saham Indonesia hingga Agustus 2025. Meski begitu Rancak Media buy selama 4 pekan bulan lalu.
IHSG mencetak rekor baru meski ada shutdown AS. Dampak positif terlihat dari apresiasi rupiah dan aliran modal asing. Namun, ketidakpastian bisa memicu risiko.
Pasar saham Indonesia tetap stabil meski ada shutdown AS, dengan fokus investor lebih pada faktor domestik seperti kebijakan fiskal dan nilai tukar rupiah.