Manajer investasi fokus pada saham dengan dividend yield tinggi di tengah pelemahan rupiah dan ketidakpastian pasar, sambil menjaga likuiditas untuk peluang investasi.
Manajer investasi bersiap menghadapi window dressing 2025 dengan strategi diversifikasi saham, fokus pada fundamental perusahaan, dan memantau dinamika global.
IHSG naik 10,14% jelang akhir 2025, didorong oleh arus modal asing dan window dressing. Saham bank besar, telekomunikasi, dan consumer staples direkomendasikan.
Manajer investasi fokus pada saham komoditas dan emas saat IHSG menguat, dengan strategi diversifikasi dan alokasi aset fleksibel untuk return berkelanjutan.