IHSG 2025 naik 22,13% YtD ke 8.646,93, didorong saham tier-2 dan 3, bukan blue chip. Pasar kuat tapi rapuh, dominasi spekulasi small caps dan volatilitas global.
Indeks LQ45 underperform dibanding IHSG karena saham perbankan melemah akibat pertumbuhan kredit melambat. Meski ada potensi dari pemangkasan suku bunga The Fed, kenaikan LQ45 masih terbatas.
Pemangkasan suku bunga The Fed membuka peluang penguatan saham LQ45, meski reli besar tetap selektif. Sektor bank dan properti berpotensi naik, namun terukur.