Para ekonom memproyeksikan Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% pada November 2025 untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya tarik imbal hasil domestik.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.
Gubernur BI Perry Warjiyo mendukung pemindahan dana Rp200 triliun oleh Menkeu ke perbankan untuk memperkuat likuiditas, sejalan dengan kebijakan ekspansi BI.
Paket Ekonomi 8+4+5 senilai Rp16,2 triliun dan dana Rp200 triliun di bank BUMN menguntungkan sektor perbankan, consumer staples, konstruksi, dan perkebunan.
BI kini fokus pada burden sharing untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo, Asta Cita, setelah sebelumnya digunakan untuk penanganan pandemi.