PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI) mempercepat ekspansi usai IPO dengan susunan direksi baru, fokus pada digitalisasi, diversifikasi, dan ekspansi wilayah.
Bank Sumut membagikan dividen tunai Rp587 miliar kepada pemegang saham, termasuk Pemprov Sumut yang menerima Rp265,7 miliar. Sebanyak 15% dividen dikembalikan sebagai modal.
PT Timah (TINS) memproyeksikan rasio dividen 2025 antara 30%-40%, dengan keputusan final pada RUPS 2026. Laba bersih turun 33,71% hingga September 2025.
Depresiasi rupiah menekan laba emiten konsumer seperti INDF dan ICBP, meski penjualan naik. Analis tetap optimis, merekomendasikan beli saham ICBP dan INDF.
Sejumlah emiten batu bara, meski laba menurun, tetap royal membagikan dividen interim 2025. Emiten seperti AADI, ITMG, BSSR, dan UNTR tetap menebar dividen kepada pemegang saham.
Analis merekomendasikan saham ICBP dan INDF meski daya beli lesu. ICBP diprediksi tumbuh 15% di 2025, sementara INDF naik 6%. Target harga ICBP Rp10.200, INDF Rp8.800.
PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berpotensi membagikan dividen setelah mencetak laba hasil dari restrukturisasi utang. Strategi disiapkan menjaga kinerja positif.