Bank Indonesia memperketat pembelian valas tanpa 'underlying' untuk menstabilkan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS, di tengah ketidakpastian global.
Saham otomotif seperti ASII dan IMAS tetap menguat meski penjualan mobil turun 11,3% yoy hingga Q3 2025. Kebijakan moneter longgar BI mendukung tren ini.
RUU Perubahan Omnibus Law Keuangan dibahas, memperluas mandat BI, OJK, dan LPS untuk mendukung sektor riil dan lapangan kerja, serta memperkuat pengawasan.
Bank Indonesia mendukung transformasi ekonomi Kalimantan Timur dari tambang ke sektor pertanian, pariwisata, dan jasa, dengan IKN sebagai katalis utama.
Dana asing Rp5,54 triliun masuk ke pasar saham RI saat IHSG mencapai level tertinggi baru di 8.125, dengan saham BBCA, BRMS, dan ASII menjadi incaran utama.
GIIAS 2025 menjadi katalis positif untuk saham otomotif seperti ASII, AUTO, dan DRMA. Meski penjualan mobil turun, saham ASII dan DRMA meningkat, AUTO melemah.