Bank Indonesia mengucurkan insentif likuiditas Rp388,1 triliun hingga Desember 2025 untuk mendorong pertumbuhan kredit, dengan Himbara menerima porsi terbesar.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.