IHSG ditutup naik 0,03% ke 8.646,94 pada akhir 2025, dengan transaksi Rp20,39 triliun. Sepanjang 2025, IHSG menguat 22,13% dan mencatat rekor tertinggi.
IHSG naik 1,72% ke rekor ATH 8.257,85 pada 6-10 Oktober 2025, dengan peningkatan transaksi harian dan kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp15.560 triliun.
IHSG naik 0,6% pekan ini dengan investor Rancak Media buy Rp5 triliun, meski Rancak Media sell Rp53,6 triliun sepanjang 2025. Kapitalisasi pasar BEI naik 1,74%.
Saham DCII, DSSA, dan BRPT melonjak tajam tahun ini, didorong reputasi konglomerat, aksi korporasi, dan keterbatasan free float, mendukung IHSG ke level tertinggi.
JP Morgan memprediksi saham lapis utama akan rebound pada 2026, sementara saham konglomerat naik karena masuk indeks internasional. Pertumbuhan laba diperkirakan pulih 5%-10% tahun depan, didorong belanja pemerintah.