Emiten batu bara seperti BSSR, ADRO, dan AADI membagikan dividen besar kepada pemegang saham, didorong oleh kenaikan laba dan aksi korporasi strategis.
Sejumlah emiten batu bara, meski laba menurun, tetap royal membagikan dividen interim 2025. Emiten seperti AADI, ITMG, BSSR, dan UNTR tetap menebar dividen kepada pemegang saham.
Low Tuck Kwong membeli 11,55 juta saham BYAN, meningkatkan kepemilikannya menjadi 40,22%. Meski pendapatan BYAN naik, laba bersih turun 7,30% pada 2025.
Ekspor batu bara Indonesia turun 21,74% hingga Juli 2025. Analis optimis musim dingin bisa memicu rebound saham batu bara seperti AADI, ITMG, dan UNTR.