IHSG dibuka turun 0,87% ke 7.039,67 pada 30 April 2026, dipengaruhi oleh penurunan saham big caps seperti DSSA, BYAN, dan BBCA. Investor menanti hasil pertemuan The Fed.
IHSG dibuka menguat di level 8.541,53 pada 1 Desember 2025, dengan saham blue chips seperti BBCA, TLKM, dan PGAS turut melaju. Kapitalisasi pasar mencapai Rp15.714 triliun.
IHSG diprediksi cetak rekor baru hingga 8.600 pekan ini. Saham INKP, PGAS, dan ERAA jadi perhatian. Penurunan suku bunga the Fed dan data ekonomi AS turut memengaruhi.
Harga emas stabil di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, didorong data penjualan ritel AS yang lemah dan pernyataan dovish pejabat The Fed.
IHSG dibuka melemah 0,42% ke 8.534,47 pada 25/11/2025. Saham BRMS dan bank besar seperti BBRI dan BBCA ikut turun. Sentimen pasar dipengaruhi penguatan rupiah dan kajian RPP Demutualisasi BEI.
Harga emas dunia turun 0,3% pada 18/11/2025, tertekan dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed. Investor menanti data ekonomi AS untuk petunjuk kebijakan.
Investor Wall Street bersiap hadapi laporan keuangan pekan ini. Fokus pada kebijakan The Fed, valuasi saham, dan dampak AI. Penutupan pemerintah AS menambah ketidakpastian.