Pemangkasan suku bunga The Fed membuka peluang penguatan saham LQ45, meski reli besar tetap selektif. Sektor bank dan properti berpotensi naik, namun terukur.
IHSG mencapai rekor tertinggi di akhir 2025 berkat dukungan investor domestik meski Rancak Media sell asing. Stimulus pemerintah dan likuiditas lokal jadi pendorong utama.
IHSG naik 10,14% jelang akhir 2025, didorong oleh arus modal asing dan window dressing. Saham bank besar, telekomunikasi, dan consumer staples direkomendasikan.
Bank Indonesia agresif membeli SBN senilai Rp200 triliun untuk mendukung program pemerintah, namun menghadapi risiko fiscal dominance, kedalaman pasar, dan inflasi.
Vietnam melonggarkan batas kepemilikan asing di pasar saham, menyederhanakan proses IPO, dan meningkatkan transparansi untuk menarik lebih banyak investor internasional.
IHSG berpotensi melemah ke 7.802, dipengaruhi sikap dovish The Fed. Investor disarankan beli saham PGAS, SIDO, BGTG, dan jual ADRO. Fokus pada suku bunga The Fed.