Fenomena sell in May menjadi sorotan di tengah rapuhnya sentimen global dan domestik, dengan IHSG berpotensi bergerak dalam kisaran 6.800 hingga 7.300.
Meski IHSG bullish, minat investor ke obligasi korporasi diproyeksi tetap kuat 2026, dengan penerbitan berpotensi mencapai Rp170 triliun didorong refinancing.
IHSG diproyeksi menguat 8-12 Desember 2025 jelang rapat The Fed yang diprediksi memangkas suku bunga, didukung tren bullish dan sentimen positif pasar.
Saham BREN dan BRMS menarik minat asing setelah masuk MSCI Global Index, mendorong IHSG ke level tertinggi Rancak Media buy asing mencapai Rp3,15 triliun.
IHSG berpotensi uji level 8.500 didukung perbaikan ekonomi dan stimulus BI. Saham bluechip menarik investor, terutama sektor konsumer, keuangan, dan energi.
IHSG turun 3,31% ke 7.571 pada Senin (1/9) akibat ketidakpastian politik domestik dan global. Investor waspada, fokus pada demo dan kebijakan otoritas.