Ojol Kamtibmas: Apa Itu? & Mengapa 400 Ribu Pengemudi Mendaftar?

 

Sebuah inisiatif kolaboratif telah menarik perhatian ribuan pengemudi ojek online di Indonesia. Tercatat hampir 400 ribu pengemudi telah mendaftarkan diri menjadi bagian dari Ojol Kamtibmas, sebuah program yang digagas kepolisian untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, apa sebenarnya program Ojol Kamtibmas ini dan bagaimana perannya?

Peluncuran program ini secara resmi ditandai dengan pelaksanaan Apel Ojol Jaga Kamtibmas di Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (20/10). Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dalam sambutannya yang dikutip dari video Polisinews.com, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada momentum satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, menandai bentuk aksi berbeda yang diinisiasi oleh komunitas ojek online.

Apel akbar tersebut dihadiri oleh sekitar 10 ribu anggota komunitas ojol dari 10 elemen berbeda. Meski demikian, Kapolri Listyo Sigit menambahkan bahwa jumlah total pendaftar mencapai hampir 400 ribu pengemudi, yang rencananya akan diatur secara bertahap oleh jajaran polda atau polres.

Menurut Kapolri Listyo Sigit, Ojol Kamtibmas adalah wujud nyata sinergitas antara Polri dan komunitas ojek online. Tujuannya adalah menciptakan stabilitas kamtibmas, atau yang dikenal sebagai keamanan dan ketertiban masyarakat, melalui kerja sama yang erat.

Apa Tugas Ojol Kamtibmas?

Kapolri menekankan bahwa pengemudi ojol memiliki peran krusial bagi Polri, terutama dalam upaya pencegahan aksi kriminalitas dan kejahatan, khususnya di jalanan. Peran utama mereka adalah menjadi ‘mata dan telinga’ kepolisian di lapangan.

Para anggota Ojol Kamtibmas diharapkan dapat memberikan informasi cepat terkait peristiwa kejahatan atau kejadian penting lainnya yang mereka temui. Kapolri menilai kemitraan ini sangat strategis, sejalan dengan konsep community policing atau pemolisian masyarakat yang terus dikembangkan oleh Polri.

Sebagai langkah ke depan, Polri juga berencana untuk bekerja sama dengan para aplikator ojek online. Tujuan kolaborasi ini adalah untuk menambahkan fitur pengaduan atau laporan yang terintegrasi langsung dengan sistem kepolisian di dalam aplikasi. Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat respons aparat terhadap laporan dari masyarakat.

Dengan jumlah komunitas ojol yang tersebar luas di berbagai wilayah, Kapolri optimistis bahwa inisiatif ini akan sangat membantu kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas dan secara efektif mencegah terjadinya tindak kejahatan. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperhatikan serta mendukung berbagai hal yang diperjuangkan oleh para pengemudi ojol, terutama dalam bentuk regulasi dan program-program yang mendukung kesejahteraan komunitas ojol. “Salam satu aspal,” pungkasnya.

Senada dengan Kapolri, Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi turut menyampaikan pentingnya kesadaran individu untuk melaporkan gangguan kamtibmas secara cepat kepada pihak kepolisian. Menurutnya, potensi gangguan tersebut dapat diredam jika laporan segera disampaikan.

“Sejauh ini laporan yang masuk melalui 110. Perlu kami sampaikan kembali bahwa Kapolda Metro Jaya senantiasa mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk terus melakukan sosialisasi terkait nomor 110, yang merupakan layanan bebas pulsa dan gratis,” jelas Ade Ary dalam keterangan persnya.

Dikutip dari laman Pokja PWI Polres, melalui program Ojol Kamtibmas, pengemudi ojek online tidak hanya menjadi informan, tetapi juga membantu deteksi dini potensi gangguan keamanan. Keterlibatan mereka memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan efektif, mulai dari tingkat Polsek hingga Polres.

Sebagai bentuk apresiasi dan identitas, para pengemudi ojek online yang telah mendaftar dan dilantik sebagai Ojol Kamtibmas menerima jaket khusus, stiker identitas, serta paket sembako.

Baca juga:

  • Hampir 400 Ribu Pengemudi Daftar Jadi Ojol Kamtibmas
  • Polisi Beri Hadiah Rp 500 Ribu Driver Ojol yang Rekam dan Lapor Aksi Kriminal
  • Diminta Kapolri Bantu Ojol Kamtibmas, Ini Tanggapan GoTo Gojek

Ringkasan

Ojol Kamtibmas adalah program kolaboratif yang diinisiasi kepolisian untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan melibatkan pengemudi ojek online. Hampir 400 ribu pengemudi telah mendaftarkan diri dalam program ini yang secara resmi diluncurkan melalui apel akbar di Monas. Inisiatif ini merupakan wujud nyata sinergitas antara Polri dan komunitas ojek online dalam menciptakan stabilitas kamtibmas.

Para anggota Ojol Kamtibmas bertugas sebagai “mata dan telinga” kepolisian di lapangan, diharapkan mampu memberikan informasi cepat terkait potensi kejahatan atau kejadian penting untuk pencegahan. Polri juga berencana berkolaborasi dengan aplikator untuk mengembangkan fitur laporan terintegrasi ke sistem kepolisian, mempercepat respons aparat. Sebagai bentuk apresiasi, anggota menerima jaket khusus, stiker identitas, dan paket sembako.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.