
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan kepada Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan. Upacara penghargaan bergengsi ini dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin, 25 Agustus.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja nyata Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kontribusinya mencakup koordinasi lintas sektor yang efektif untuk menjaga stabilitas harga komoditas pokok seperti beras dan jagung, penguatan sistem distribusi pangan hingga menjangkau daerah-daerah terpencil, serta keberhasilan implementasi program diversifikasi pangan yang telah dipublikasikan secara luas.
Menyikapi penganugerahan ini, Zulkifli Hasan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo. Dalam keterangan resmi yang dirilis Senin (25/8), ia menegaskan bahwa kehormatan ini bukan hanya untuk dirinya semata, melainkan juga didedikasikan kepada para pekerja keras di sektor pangan.
“Tanda kehormatan ini juga untuk para petani, nelayan, dan pejuang koperasi Merah Putih di manapun berada. Insyaa Allah jadi penyemangat untuk bekerja lebih keras lagi untuk bantu rakyat,” ucap Zulkifli, penuh semangat, menandakan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk terus melayani masyarakat.
Penganugerahan ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, di mana Zulkifli Hasan bergabung dengan 141 penerima penghargaan lainnya. Para penerima berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat negara hingga individu non-pemerintahan, merefleksikan pengakuan atas beragam kontribusi terhadap bangsa.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini didasarkan pada capaian kinerja nyata, bukan sekadar jabatan struktural yang diemban. Ia menyoroti bagaimana beberapa anggota kabinet yang baru menjabat selama sepuluh bulan pun telah menunjukkan prestasi luar biasa.
“Kalau bicaranya adalah jabatan di kabinet, beberapa anggota yang baru 10 bulan menjabat dianggap sudah mencapai prestasi yang luar biasa,” ujar Prasetyo, menekankan pentingnya hasil kerja konkret. Ia menambahkan, penghargaan ini ditujukan sebagai pengakuan atas kerja keras individu pimpinan kementerian/lembaga dalam kurun waktu yang relatif singkat, bukan untuk mewakili kabinet secara keseluruhan.
Lebih lanjut, Prasetyo Hadi menggarisbawahi bahwa penghargaan ini merupakan sebuah amanah yang berat, baik bagi para penerima maupun institusi yang mereka pimpin. Dengan rendah hati, ia juga menyampaikan perspektif pribadinya mengenai makna di balik penghargaan tersebut.
“Jangan kasih selamat lah. Bagi saya pribadi ini sebuah amanah yang sangat berat. Jika dianggap mewakili institusi, maka yang paling berjasa adalah seluruh pegawai di Kementerian Sekretariat Negara,” ungkapnya, menunjukkan apresiasi terhadap kerja kolektif timnya.
Selain Zulkifli Hasan, sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya juga menerima penghargaan serupa, di antaranya:
- Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar
- Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf
- Mendikdasmen Abdul Mu’ti
- Mensesneg Prasetyo Hadi
- Menkomdigi Meutya Hafid
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
- Wakil Kemenkomdigo Angga Raka
- Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan kepada Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan di Istana Negara pada 25 Agustus. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas dedikasi dan kinerja nyata Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kontribusinya meliputi koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga komoditas pokok, penguatan distribusi pangan, dan implementasi program diversifikasi.
Zulkifli Hasan menyampaikan terima kasih dan mendedikasikan kehormatan ini kepada para pekerja di sektor pangan seperti petani dan nelayan. Penganugerahan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, di mana Zulkifli Hasan bersama 141 penerima lainnya diakui atas berbagai kontribusi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penghargaan didasarkan pada capaian kinerja nyata, bukan jabatan, dengan beberapa menteri lain juga menerima apresiasi serupa.
