Atlet Penembak Jin Jong Oh Menuduh Atlet Iran Teroris

Atlet Penembak Jin Jong Oh Menuduh Atlet Iran Teroris. Legenda menembak Korea Selatan Jin Jong-oh meminta maaf. Jin beberapa terakhir ini menuduh juara menembak Iran Olimpiade Tokyo 2020, Javad Foroughi, sebagai teroris.

Foroughi tampil cemerlang untuk meraih medali emas di nomor 10 Meter Air Pistol Putra pada 24 Juli kemarin. Tetapi, sukses atlet berusia 41 tahun itu digugat oleh Jin dan organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Iran.

Jin mengatakan Foroughi ‘teroris’ karena pernah menjadi anggota dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang dilabeli sebagai teroris pada 2019 oleh Amerika Serikat.

Sedangkan organisasi HAM di Iran, United for Navid, ikut menyudutkan agar medali emas Foroughi agar dicopot. “Bagaimana dapat seorang teroris menjadi juara pertama? Itu adalah hal paling absurd dan konyol,” kata Jin baru saja ini.

Ternyata ada bukti baru mengenai Javad Foroughi. Berdasar data siaran lokal Iran, Foroughi mengakui pernah jadi petugas klinik di IRGC sekitar tahun 2013. Foroughi sempat juga diturunkan di perang sipil Suriah sebagai petugas klinik sepanjang beberapa kali untuk waktu periode selama beberapa minggu sampai satu bulan.

Iran sendiri memang menerapkan kebijakan harus militer untuk masyarakat negara pria dewasa sepanjang 2 tahun, apa tergabung di Republican Army atau IRGC. Sedang menurut kabar berita AP, Foroughi sekarang ini bekerja sebagai perawat dalam suatu rumah sakit di Teheran, ibu-kota Iran.

Kedutaan Besar Iran di Korsel bela Javad Foroughi dari dakwaan yang ditujukan padanya. Mereka melempengkan dakwaan sekitar IRGC.

🔥TRENDING:  Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020 Indonesia Terlempar dari 40 Besar

“Revolutionary Guard Corps itu pilar militer resmi dari Republik Islam Iran, yang membuat perlindungan negara dan rakyatnya dan mainkan peran penting dalam membuat keamanan di Timur tengah,” bunyi pengakuan yang dikeluarkan Kedubes Iran pada Jumat (30/7/2021).

Atlet Jin Jong-oh Penembak

Profil Jin Jong-oh

Di dunia olahraga menembak, Jin Jong-oh sebenarnya bukan nama yang asing. Karena, dia sebagai bekas atlet penembak dari Korea Selatan yang paling berprestasi.

Lelaki kelahiran Chuncheon, Gangwon, ini sempat sebagai wakil Negeri Ginseng dalam beberapa kejuaraan menembak, tidak kecuali Olimpiade.

Bahkan juga, lelaki yang sekarang sudah berumur 41 tahun itu sukses raih empat medali emas dalam beberapa edisi Olimpiade yang lain.

Aksinya pada Olimpiade dimulai di tahun 2004 yang waktu itu berjalan di Yunani.

Waktu itu, ia ikuti dua nomor sekalian, yaitu nomor pistol 10 mtr. putra dan pistol bebas 50 mtr. putra. Hasilnya, ia sukses menyikat medali perak pada nomor yang disebutkan paling akhir.

Sementara pada Olimpiade Beijing 2008, dia sukses menggondol mendali perak pada nomor pistol udara 10 mtr. putra dan medali emas pada pistol bebas 50 mtr. putra.

Pada edisi seterusnya, yaitu Olimpiade London 2012, dua medali emas sukses disembahkan untuk Korea Selatan pada dua nomor yang serupa.

Seterusnya, dia masih tetap tampil pada Olimpiade Rio 2016. Hasilnya, dia sukses menyembahkan medali emas untuk nomor pistol bebas 50 mtr. putra.

🔥TRENDING:  Dibandingkan Dengan Lorenzo, Dovisioso Lebih Senang Satu Tim Dengan Stoner

Sebenarnya, Jin Jong-oh masih turut mengambil bagian dari Olimpiade Tokyo 2020. Sayang, ini kali tidak ada satu juga medali yang sukses ia capai

Dengan begitu, performa Jin Jong-oh pada Olimpiade edisi 2004, 2008, 20012, 2016, dan 2020 ini membuat sebagai penembak pertama kali yang tampil pada lima gelaran Olimpiade yang lain.

Bahkan juga, ia terdaftar sebagai atlet penembak salah satu yang memenangkan 4x Olimpiade.

Dengan begitu, dapat disebutkan jika lelaki kelahiran 14 September 1979 ini jadi atlet penembak pribadi dalam riwayat penyelenggaraan Olimpiade.

Karena, ia sukses memenangkan tiga medali emas secara beruntun pada nomor pistol 50 mtr. putra.

Disamping itu juga, sekarang ini Jin Jong-oh menggenggam rekor dunia, baik pada nomor pistol 10 mtr. putra dan pistol 50 mtr. putra.

Jin Jong-oh lalu meminta maaf karena sudah memunculkan keributan ini setelah bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.

“Saya meminta maaf karena sudah mengakibatkan pro-kontra dengan komentar yang tidak patut dalam sebuah interviu dengan media saat saya datang di lapangan terbang internasional Incheon,” kata bekas peraup enam medali menembak Olimpiade itu diambil SBS.

“Saya benar-benar menyesal akan ini dan saya meminta maaf ke Foroughi yang telah cedera karena banyak komentar saya.”

Jin Jong-oh sendiri mengincar medali ke-7 di Olimpiade Tokyo 2020. Tetapi, Jin tidak berhasil capai final di nomor 10 Mtr. Air Pistol putra dan 10 Mtr. Pistol kombinasi.

Back to top button