Waspadai 8 Gejala Kanker Darah Pada Anak Yang Perlu Diperhatikan, Ini Cara Mencegahnya

ADVERTISEMENT

Waspadai 8 Gejala Kanker Darah Pada Anak Yang Perlu Diperhatikan, Ini Cara Mencegahnya – Kanker darah atau leukimia adalah salah satunya kanker yang serang jaringan pembentuk sel-sel darah. Seorang yang menderita kanker umumnya akan rasakan rasa sakit di kepala luar biasa dan muncul bengkak di leher, ketiak, atau selangkangan akibat kelenjar getah bening. Penyakit ini bila tidak selekasnya ditangani maka bisa membahayakan tubuh, sebab akan tingkatkan infeksi, anemia, sampai pendarahan.

Merilis dari Mayo Clinic, kanker darah berlangsung saat sel darah alami perubahan dan menjadi kanker. Berbeda dengan sel darah normal, sel darah yang terserang kanker kehilangan perannya untuk membekukan darah dan melawan infeksi.

Keadaan tidak normal itu dapat mengakibatkan sumsum tulang belakang menghasilkan sel darah putih terlalu berlebih. Hingga, bisa memacu berlangsungnya penimbunan dalam sumsum tulang dan kurangi jumlah sel darah yang sehat.

Kanker darah dapat dirasakan oleh siapa, tidak kecuali anak-anak. Lalu, apa tanda-tanda kanker darah pada anak dan bagaimanakah cara menanganinya? Baca penjelasannya yang dikutip dari situs Mayo Clinic:

Mengenal Penyebab Kanker Darah

Penyebab kanker darah pada anak tidak diketahui secara pasti, namun secara umum penyakit kanker darah disebabkan oleh kelainan sel darah putih di dalam tubuh. Adapun penyebab kanker darah pada anak lainnya di antaranya sebagai berikut:

  • Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita leukimia
  • Mengalami kelainan darah
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol saat hamil
  • Memiliki kelainan genetika

Gejala Kanker Darah pada Anak

Penyakit kanker darah sering kali tidak menimbulkan tanda-tanda atau gejala yang pasti. Umumnya, gejala baru muncul saat sel kanker sudah semakin banyak dan aktif menyerang tubuh. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang kerap dirasakan penderita, di antaranya sebagai berikut:

  1. Wajah pucat
  2. Perut terasa nyeri dan tidak nyaman akibat pembengkakan hati
  3. Kesulitan bernapas
  4. Kehilangan nafsu makan dan berat badan
  5. Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di tenggorokan, ketiak, atau selangkangan
  6. Muntah-muntah
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan
  8. Nyeri tulang dan sendi.

Jenis-jenis Leukimia pada Anak

Leukimia atau kanker darah merupakan jenis kanker yang berasal dari sel darah putih. Di mana sel darah putih belum mampu membelah diri dengan cepat, sehingga tidak berkembang menjadi sel yang matang. Akibatnya, fungsi sumsum tulang dalam memproduksi sel darah normal menjadi terganggu.

Di samping itu, leukimia dapat bersifat kronis dan akut. Dalam kondisi leukimia kronis, sel kanker bisa berkembang secara perlahan dan muncul gejala yang tergolong ringan. Sedangkan perkembangan sel kanker pada leukimia akut bisa terjadi sangat cepat dan bisa memburuk dalam waktu singkat. Adapun jenis sel darah putih yang terlibat, leukimia terbagi menjadi beberapa jenis berikut:

Leukima Limfoblastik Akut

Leukimia limfoblastik akut bisa terjadi saat sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah putih jenis limfosit yang belum matang. Adapun cara mengobati leukimia limfoblastik akut (ALL) memiliki 3 langkah yang terdiri atas tahap induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan.

Leukimia Limfosotik Kronis (CLL)

Leukimia limfosotik kronis terjadi saat sumsum tulang terlalu banyak memproduksi limfosit yang tidak normal dan menyebabkan kanker. Jenis leukima ini, penderita akan dilakukan terapi radiasi untuk mengobati kelenjar getah bening yang bengkak karena terlalu banyak limfosit abnormal.

Saat CLL tidak respon terhadap pengobatan, atau jika kambuh kembali, maka cara mengatasi leukemia yang seperti ini ialah dengan kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang.

Leukimia Mieloblastik Kronis

Leukimia mieloblastik kronis (CML) merupakan penyakit leukimia yang terjadi ketika sumsum tulang tidak bisa memproduksi sel mieloid yang matang. Jika seseorang mengalami kondisi ini, maka harus diatasi dengan segera. Biasanya dengan melibatkan kemoterapi atau tyrosine kinase inhibitor sebelum dilakukan transplantasi sumsum tulang.

Leukimia Mieloblastik Akut

Leukima mieloblastik akut terjadi ketika sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel mieloid yang tidak matang atau mieloblas. Adapun cara mengatasi kondisi ini didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal. Rencana pengobatannya biasanya memiliki 2 langkah yang meliputi induksi remisi dan terapi pasca-remisi.

Terdapat subtipe dari AML disebut promyelocytic leukemia akut, sehingga pasien mendapatkan obat-obatan lain, seperti arsenik trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA). Transplantasi sel induk dan kemoterapi juga digunakan ketika leukimia tidak respon terhadap pengobatan atau jika AML kambuh kembali.

Cara Mencegah Kanker Darah pada AnakSecara Alami

Kanker darah merupakan salah satu penyakit berbahaya yang harus dicegah sejak dini. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mencegah leukimia, salah satunya mengonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayur dan buah. Adapun beberapa cara mencegah leukimia secara alami ialah sebagai berikut:

Tomat

Salah satu sayur yang bisa mencegah leukimia adalah buah tomat. Kandungan vitamin C pada tomat berfungsi efektif dalam melawan bakteri yang menyebabkan penyakit leukimia.

Mengonsumsi tomat secara rutin dan teratur sangat dianjurkan, sebab buah tomat juga memiliki sifat Antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan memperkuat sistem imunitas tubuh.

Mengonsumsi Brokoli

Brokoli menjadi salah satu jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. Selain memiliki cita rasa segar, brokoli juga mengandung segudang manfaat untuk kesehatan. Kandungan vitamin C, float, serta glukosinolat pada brokoli dipercaya dapat membantu mencegah berbagai macam penyakit, salah satunya leukimia.

Di samping itu, Kandungan serat, antioksidan, hingga kalium dapat berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung. Brokoli merupakan sumber Antioksidan yang berfungsi mencegah datangnya berbagai macam radikal bebas yang membahayakan tubuh.

Sumber : merdeka.com

Related Articles

Back to top button