
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan hasil evaluasi terhadap sejumlah indeks utama, termasuk LQ45, IDX30, IDX80 dan indeks Kompas100. Hasil evaluasi akan berlaku mulai 3 Agustus – 30 Oktober 2026.
Pada evaluasi tersebut, bursa melakukan penyesuaian komposisi pada LQ45. Bursa mengeluarkan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dari indeks LQ45. Sebagai gantinya, bursa memasukkan PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Indeks LQ45 merupakan indeks saham yang menghimpun 45 emiten dengan tingkat likuiditas tertinggi di pasar modal Indonesia. Nama LQ45 sendiri merupakan singkatan dari Liquid 45, yang mencerminkan saham-saham dalam daftar ini dipilih berdasarkan volume perdagangan yang tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar.
Selain itu, bursa menambahkan emiten dari Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebagai penghuni indeks IDX30 dan mengeluarkan emiten tambang batu bara pelat merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Kemudian, dalam indeks IDX80, bursa menambahkan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan NCKL
Seiring dengan itu, bursa mendepak PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Selanjutnya BEI menambahkan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), LSIP, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dan PT RMK Energy Tbk (RMKE) dalam indeks Kompas100.
Sebagai gantinya bursa mengeluarkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Dian Swatatika Sentosa Tbk (DSSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT H..M Sampoerna Tbk (HMSP), INTP, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), SIDO dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
