
Rancak Media – , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (26/11/2025). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti BUMI, JPFA, hingga DSNG masih mencatatkan laju yang positif pada pembukaan perdagangan.
Berdasarkan data Bursa, indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka melemah 0,47% ke 551,01. Dari 27 konstituen, sebanyak 11 saham menguat, 9 melemah, dan 7 stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang menguat 2,54% ke Rp242, diikuti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang turut menguat 1,68% ke Rp2.420, dan saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang menguat 1,24% ke Rp1.635.
Penguatan juga dialami oleh PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) yang naik 0,95%, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menguat 0,78%, PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 0,78%, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) menguat 0,50%, dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang naik 0,41%.
Sementara itu, sejumlah saham yang bergerak melemah antara lain PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang terkoreksi 1,75%, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) terkoreksi 0,82%, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 0,82%, dan PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) melemah 0,70%.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 26 November 2025
Sejumlah saham perbankan juga menjadi pemberat laju indeks Bisnis-27 pada perdagangan hari ini, dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terkoreksi 0,68%, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,18%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 0,52%, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 0,90%.
Sejumlah saham yang stagnan pada pembukaan perdagangan antara lain PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), atau PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).
Sebelumnya, Head of Research Korean Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menjelaskan IHSG yang mampu menembus level 8.500 pada awal pekan ini merupakan momentum yang besar. Menurutnya, terdapat sejumlah sentimen yang mempengaruhi penguatan IHSG belakangan ini.
“Mulai dari rebalancing MSCI, net buy asing yang mulai kembali, likuiditas longgar karena The Fed mulai mengambil langkah mild dovish, ditambah sektor saham lapis dua dan komoditas masih agresif,” ujar Wafi, Selasa (25/11/2025).
Wafi juga menuturkan dengan penguatan IHSG sebesar 21% sejak awal tahun, pasar memasuki overextension, yang menyebabkan wajar apabila rawan koreksi. Dia juga menuturkan setelah IHSG breakout di level psikologis, pelaku pasar cenderung melakukan profit taking terlebih dahulu. Wafi juga menuturkan saat ini, koreksi sampai ke level 8.250-8.350 masih aman bagi IHSG.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
