Rancak Media JAKARTA– Memasuki bulan Oktober 2025, yang menandai awal kuartal keempat, JP Morgan kembali merilis daftar saham-saham pilihan di kawasan ASEAN. Dalam daftar tersebut, dua emiten asal Indonesia berhasil mempertahankan posisinya sebagai unggulan.
1. ANTM dan ASII: Tetap Jadi Juara Bertahan Saham Pilihan JP Morgan

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Astra International Tbk. (ASII) kembali dipercaya JP Morgan untuk menghiasi portofolio saham pilihan mereka. Pada penutupan sesi perdagangan Senin (6/10/2025) di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ANTM berada di level Rp3.220, naik tipis 0,62%. Kenaikan ini mengantarkan ANTM mencatatkan pertumbuhan year to date (YtD) yang fantastis, yakni sebesar 111,15%. Sementara itu, saham ASII tampak lebih stabil dengan harga Rp5.825 per lembar, mencerminkan kenaikan YtD sebesar 18,88%. Ingin tahu lebih detail tentang performa kedua saham unggulan ini? Klik di sini untuk berita selengkapnya.
2. Analis Beri Sinyal Positif, Target Saham CDIA Tembus Rp2.000

PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) juga tak luput dari perhatian para analis. Henan Putihrai Sekuritas baru-baru ini memulai ulasan terhadap saham CDIA pada Oktober 2025, dengan rekomendasi yang cukup menjanjikan. Berapa target harga terbaru yang dibisikkan untuk saham CDIA? Dapatkan rekomendasi lengkapnya dengan klik di sini.
3. BREN, Andalan Prajogo Pangestu, Berpotensi Jadi Penopang IHSG

Emiten energi terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), menunjukkan performa yang menjanjikan. Prospek pertumbuhan laba yang kuat dan ketahanan BREN dalam menghadapi gejolak pasar menjadikannya salah satu kandidat kuat penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Simak ulasan lengkap mengenai potensi BREN dengan klik di sini.
4. Saham BUVA Digembok BEI, Seberapa Kaya Happy Hapsoro dari Koleksi Sahamnya?

Di tengah penghentian perdagangan saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/10/2025), terungkap fakta menarik mengenai kekayaan pengusaha Happy Hapsoro yang berasal dari berbagai koleksi sahamnya. Aksi gembok terhadap saham BUVA justru menyoroti aliran kekayaan Happy Hapsoro dari portofolio sahamnya yang beragam. Penasaran dengan detailnya? Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut.
5. Siapa Saja yang Berani Memborong Saham ACES di Harga Terendah Tahun Ini?

Pergerakan saham emiten peritel PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) ke titik terendah tahun ini pada akhir September 2025 ternyata menarik perhatian sejumlah investor kakap. Mereka tak ragu untuk mengakumulasi saham ACES. Siapa saja investor yang berani mengambil risiko ini? Temukan jawabannya dengan klik di sini.
Ringkasan
Memasuki kuartal keempat 2025, JP Morgan kembali menempatkan dua emiten Indonesia, ANTM dan ASII, dalam daftar saham pilihan di kawasan ASEAN. ANTM mencatat pertumbuhan year to date (YtD) fantastis sebesar 111,15%, sementara ASII menunjukkan kenaikan YtD 18,88%. Selain itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) mendapatkan sinyal positif dari analis dengan target harga mencapai Rp2.000 pada Oktober 2025.
Emiten energi terbarukan milik Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), berpotensi menjadi penopang IHSG berkat prospek laba yang kuat. Di sisi lain, penghentian perdagangan saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) oleh BEI pada 6 Oktober 2025 menyoroti kekayaan Happy Hapsoro dari portofolio sahamnya. Pada akhir September 2025, saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) yang mencapai titik terendah tahun ini justru menarik minat sejumlah investor besar untuk mengakumulasinya.
